Dianaira

Petrichor

Air Mata Membasuh Luka

Air mata hampir menjatukan dirinya

Ketika dunia mulai mengacuhkannya

Ketika impian menjauh dari kehidupannya

Air mata hampir menghancurkan asanya

Ketika matahari berpaling dan enggan menyinarinya

Ketika rembulan tak mau lagi menemaninya

Air mata hampir mebunuh dirinya

Ketika sepasang iris mengeluarkan senjatanya

Ketika tangisan itu menjerit dengan sakitnya

Air mata sungguh menyakitkan dirinya

Ketika ada yang menyayati hatinya

Dan lagi lagi ia mengalaminya

Namun air mata juga membasuh rasa sakitnya

Seperti hujan yang membasuh debu di hatinya

Sampai pelangi datang dengan sendirinya

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: