Dianaira

Petrichor

jendela berdebu

walau angin berhembus melawan arus pergimu..

meski deru ombak terus merintihkanmu..

alunan langkah kakimu itu

tetap saja akan berlalu..

aku yang dari dulu mengharap hadirmu

seiring jalannya waktu menjadi jendela berdebu

karena kau tak kunjung menyinggahiku..

seandainya hujan menangis untukmu

seandainya kau ikuti arah angin itu

mungkinkah jejakmu akan kembali pada jendela berdebu?

yang semakin hari semakin merindu padamu

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: