Dianaira

Petrichor

Keunikan Yogyakarta : Antara Monarki dan Republik

Yogyakarta memang selalu menyimpan berjuta keistimewaan didalamnya. Di mulai dari budayanya yang terasa masih sangat kental sampai ke status ke istimewaannya itu sendiri. Seperti yang sudah diketahui, Yogyakarta masih memegang teguh tradisi keraton dan kesultanan. Dibalik sistem politik Indonesia yang menganut Republik Demokrasi, Yogyakarta menjadi salah satu tempat istimewa yang memiliki sistem otonomi yang khusus yaitu bersifat monarki, namun jangan berpikir bahwa Yogyakarta memiliki sistem monarki yang absolut seperti sistem pemerintahan yang lainnya.

Sistem monarki  di Yogyakarta hanyalah monarki budaya seperti yang dijelaskan Suryono seorang peneliti dari Universitas Gadjah Mada  bahwa Sistem Monarki di Yogyakarta bukan monarki murni alias hanya sekadar monarki budaya bukan monarki politis. Sultan menjadi raja di Yogyakarta adalah tuntutan budaya keraton bukan karena ambisi kekuasaan. Dan yang terpenting meskipun sultan berkuasa di provinsi DIY namun memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap sistem-sistem politik-ekonomi yang berlaku di Indonesia. Namun, walaupun begitu para masyarakat Yogyakarta sangat menghargai sang Sultan dan tidak pernah merasa terganggu. 

Satu lagi hal yang istimewa dari Yogyakarta, rakyat Yogyakarta berbesar hati untuk memilih sultan sebagai gubernurnya sama hal hanya yang dikatakan oleh Djoko bahwa Monarki konstitusional sistem pemerintahan yang berjalan sesuai dengan undang-undang, raja hanya sebagai simbol. Menurt Djoko sebagian masyarakat yogya masih mengakui sultan sebagai pemimpin dan itu dinilai tidak bertentangan dengan  aturan tatanan pemerintahan. Buktinya, sampai saat ini semuanya baik-baik saja. Tapi kalau dipilih masyarakat bisa pecah. Nantinya Gubernur pemerintahan itu bukan lagi sultan, tapi partaimu.

Kita tentunya masih ingat pada tahun 2010 yang lalu, presiden hendak membuat RUU tentang keistimewaan Yogyakarta yang baru. Pada saat itu masyarakat Jogja merasa tersakiti hatinya bahkan seorang seniman Jogja sampai besiap untuk mengasah keris mereka berkata bahwa Kami ini demokrasi yang berdasarkan kultural, bukan demokrasi yang justru memecah belah.

Terlihat sekali kesetiaan rakyat Jogja kepada sang Sultan, mereka juga tidak setuju kalau Daerah Istimewa Yogayakarta disebut monarki. Bagi mereka rakyatlah yang memilih, bagi mereka itu adalah sebuah demokrasi; demokrasi kultural, bukan demokrasi yang mengatasnamakan politik. Setidaknya itulah yang dipegang teguh oleh masyarakat Yogya.

Sungguh tak ada salahnya kalau Yogyakarta mendapatkan tempat istimewa bagi Indonesia karena dilihat dari sisi historisnya. Seharusnya pemerintah pusat juga tidak perlu merasa takut kalau sistem politik republik demokratisnya akan tercoreng, presiden juga tak perlu khawatir kalau nantinya rakyat justru akan lebih takluk kepada sultan. Karena sebenarnya dibalik sistem monarki itu ada kekuasaan yang lebih absolut yaitu kekuatan pemerintah pusat. Monarki di Yogyakarta hanyalah semata-mata untuk melestarikan kebudayaan, tak ada sama sekali ambisi untuk memperoleh kekuasaan.

Kesultanan dan Keraton memang menjadi daya tarik bagi siapapun yang melihatnya. Mereka seakan-akan sudah menjadi urat nadi Yogyakarta. Dari turis lokal sampai mancanegara  mengakui hal itu. Yogyakarta memang selalu menyimpan hal unik, dari bangunannya sampai ke sistem pemerintahannya.

Referensi :

Ismoko Widjaya.2010. Betulkah raja Yogya monarki.Dikutip dari vivanews.com. Diunduh pada tanggal 10/11/2013

MUH Syaifullah.2010. Tolak istilah monarki, seniman Yogyakarta ngasah keris.Dikutip dari tempo.com. Diunduh pada tanggal 10/11/2013

Surono.2010. Demokrasi versus Monarki Yogyakarta.Dikutip dari nasional.kompas.com. Diunduh pada tanggal 10/11/2013

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: