Dianaira

Petrichor

Archive for the month “May, 2014”

Mitos Kucing Hitam dan Refleksinya Terhadap Cerita Pendek Karya Edgar Allan Poe “ The BLACK CAT”

black-cat-946162872

( Analisis Karya Edgar Allan Poe; The Black Cat)
Pattrinesia Herdianaira
1211503097
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung
nairadianaira@rocketmail.com

Abstract

This research is aimed to explained about the horror short stories which titled “ The Black Cat” by Edgar Allan Poe and connected it to the mythology about black cat. Through mimetic approach, we will analyze cat symbolism in each countries and continent, also compared with the other mythology about cat.

Kata-kata Kunci : kucing, mitos, Edgar Allan Poe

Pendahuluan:

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya mitos-mitos yang terjadi dalam masyarakat mengenai kucing hitam dan simbol dari kucing itu sendiri. Berbagai mitos ini muncul akibat realitas masyarakat yang menganggap bahwa kucing (khususnya kucing hitam) adalah jelmaan dari penyihir, juga simbol kematian dan kesialan. Dalam cerita pendek Edgar Allan Poe yang dibuat pada tahun 1843 dengan mengangkat tema gotic dan horror, Poe menggambarkan bahwa kucing yang bernama Pluto yang sebenarnya tidak bersalah dan bersifat netral berubah menjadi sosok antagonis akibat dari khayalan yang diciptakan oleh narator, sama halnya mitos yang dibangun oleh masyarakat mengenai kejahatan kucing hitam.
Selama abad pertengahan di Eropa kucing hitam di anggap sebagai pendamping dari penyihir, dan siapapun yang tertangkap sedang bersama kucing itu akan dibunuh. Takhayul ini menyebabkan orang untuk membunuh kucing hitam secara besar-besaran.
Zaman semakin berubah namun, mitos tentang kucing hitam belum juga berubah. Mitos yang telah mengakar di masyarakat tetap memandang kucing hitam sebagai simbol kesialan. Hampir dari semua legenda di dunia menggambarkan kucing hitam sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistis. Meski, di Jepang kucing hitam merupakan simbol keberuntungan di Indonesia kucing hitam masih di anggap sebagai simbol kesialan.
Dari mitos yang di bangun inilah kita mampu menganalisis tentang psikoanalisis masyarakat yang direflesikan pada cerita pendek karya Edgar Allan Poe. Dalam cerita tersebut kucing berubah menjadi makhluk jahat dan mempengaruhi hidup si narator yang tidak bernama tersebut.

Metode

Metode yang digunakan adalah kualitatif dan dengan menggunakan pendekatan mimesis, yaitu menurutt Abrams (1999) mimesis adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai imitasi atau refleksi juga representasi dari kehidupan dan perilaku manusia.
Melalui pendekatan mimetik penulis dapat menganalisis tentang karya yang di buat oleh Edgar Allan Poe dan menghubungkannya dengan mitos yang dibangun oleh kalangan masyarakat itu sendiri. Penulis akan menghubungkannya dengan realitas masyarakat (khususnya barat) mengenai simbolisasi kucing hitam. Penulis juga membutuhkan berbagai pendekatan sosiologi sastra untuk mengetahui latar belakang Poe dan lingkungan masyarakatnya.
Metode yang digunakan dalam metode kualitatif adalah dengan mengkaji teks yakni isi dari cerita pendek karya Edgar Allan Poe berjudul “ The Black Cat” yang menjadi objek dari penelitian. Dengan memahami berbagai simbol yang muncul, serta latar suasana yang gotic dapat memberikan esensi yang lebih dalam dari maknanya sendiri. Sudut pandang narator juga memiliki peranan penting tentang pikiran yang ia buat mengenai Pluto. Setelah, mengkaji teks penulis akan melakukan mencari data-data yang berkenaan tentang berbagai mitos kucing hitam yang terjadi khususnya di kalangan barat. Data-data tersebut akan akan diaplikasikan pada saat pembahasan. Terakhir, penulisan akan menafsirkan data-data yang telah ditemukan dan menganalisisnya pada objek penelitian secara logis.
Sekilas Tentang Edgar Allan Poe dan The Black Cat
Edgar Allan Poe ( Edgar Poe) adalah seorang sastrawan asal Amerika yang lahir di Boston pada tanggal 19 Januari 1809 dan wafat pada 17 Oktober 1849. Ia merupakan salah satu sastrawan yang berkonsentrasi pada aliran sastra romantik Amerika. Poe dikenal karena mengusung cerita-cerita yang bertemakan misteri, horror dan suspens.
Poe merupakan anak kedua dari aktris kelahiran Inggris yang bernama Elizabeth Elizabeth Arnold Hopkins Poe dan aktor David Poe, Jr dia memiliki kakak laki-laki, William Henry Leonard Poe , dan seorang adik perempuan, Rosalie Poe. Kakek mereka, David Poe, Sr, beremigrasi dari Cavan, Irlandia, ke Amerika sekitar tahun 1750. Ayahnya meninggalkan keluarga mereka pada tahun 1810, dan ibunya meninggal setahun kemudian akibat terserang penyakit tuberkolosis paru-paru. Poe kemudian dibawa ke rumah John Allan, seorang pedagang Skotlandia sukses di Richmond, Virginia, yang berurusan dalam berbagai barang termasuk tembakau, kain, gandum, batu nisan , dan budak The Allans menjabat sebagai keluarga angkat dan memberinya nama ” Edgar Allan Poe ” meskipun mereka tidak pernah secara resmi mengadopsinya.
Ia mulai menulis secara aktif setelah memenangkan sayembara menulis cerita pendek berjudul “MS Found in a Bottle”. Black Cat merupakan satu dari banyak cerita pendek bergenre horror karangan Poe. Cerpen in pertama kali dipublikasikan pada tanggal 19 Agustus 1843. Kisah ini menceritkan tentang seseorang yang memelihara kucing hitam di rumahnya, awalnya semua berjalan baik dan tak ada hal yang aneh. Namun, akibat ketergantungan terhadap alkohol, narrator berubah menjadi seseorang yang hilang kendali dan paranoid. Akibat pengaruh alkohol ia mencongkel mata kucingnya sendiri hingga akhirnya membunuh kucing bernama Pluto itu. Setelah membunuhnya, narrator dihinggapi rasa ketakutan yang sungguh luar biasa dan menganggap kucing sebagai makhluk paling mengerikan ia merasa telah dihantui oleh arwah Pluto. Narrator semakin kehilangan kendali dan akhirnya membunuh istrinya sendiri dan menguburnya di dinding rumah.

Hasil Penelitian

Analisis ini difokuskan pada karya Edgar Allan Poe yang berjudul The Black Cat. Dengan memperlihatkan berbagai perpepsi narrator tentang kucing yang ia miliki. Dalam cerita ini kucing seakan menjadi bisikan jahat yang menggugah perasaan narator untuk membunuh itrinya. Kemudian bagaimana karya ini memiliki kekuatan horror akibat mitos dan legenda yang telah dibangun oleh masyarakat kalangan barat. Selain itu penulis juga perlu untuk meneliti psikoanalisis tentang pengaruh alcohol yang terjadi pada narrator.

Analisis Karya The Black Cat

Cerita pendek ini bergenre dark romantic yang memiliki berbagai ciri khas yakni; bernuansa gothic, horror, supernatunaral dan illogical. Sedangkan menurut G.R Thompson dark romantic merupakan lawan dari aliran romantic mainstream lainnya (light romantic)“ Fallen man’s inability fully to comprehend haunting reminders of another, supernatural realm that yet seemed not to exist, the constant perplexity of inexplicable and vastly metaphysical phenomena, a propensity for seemingly perverse or evil moral choices that had no firm or fixed measure or rule, and a sense of nameless guilt combined with a suspicion the external world was a delusive projection of the mind–these were major elements in the vision of man the Dark Romantics opposed to the mainstream of Romantic though” . Aliran ini berkembang dan populer di Amerika pada tahun 1836 hingga 1840-an.
Dari ciri dan karakteristik yang telah ditentukan di atas penulis menemukan berbagai elemen yang terdapat pada subgenre dark romantik. Pada Black Cat karya Edgar Allan Poe ditemukan pula setting dengan latar malam yang merujuk pada nuansa gotik. “ I remember that night very well. I came home late, full ofdrink again. I could not understand why Pluto was not pleased to see me. The cat was staying away from me. My Pluto did not want to come near me! I caught him and picked him up, holding him strongly. He was afraid of me and bit my hand.” ( Edgar Allan Poe, 1999:2). Nuansa malam disebutkan hingga beberapa kali dalam plot.
Supernatural dan hal-hal yang tidak logis juga terjadi dalam novel ini selain itu, adanya pikira-pikiran yang mengerikan yang diceritakan oleh narator juga muncul “ How can I explain this fear? It was not really a fear of something evil . . . but then how else can I possibly describe it? Slowly, this strange fear grew into horror. Yes, horror. If I tell you why, you will not believe me. You will think Iam mad”. ( Edgar Allan Poe, 1999:2). Narrator menggambarkan bahwa mungkin ia sudah gila karena ketakutan selalu melandanya. Ia yakin bahwa kucing itu adalah hantu yang akhirnya sudah menguasai pikirannya. Kucing, yang dulunya adalah hewan kesayangannya berubah menjadi hantu baginya.
Kucing yang menjadi symbol mistis kembali muncul pada akhir cerita yaitu pada saat polisi berusaha untuk menghancurkan dinding yang diduga ada mayat istrinya yang telah narrator bunuh. “And there was the cat, standing on her head, his red mouth wide open in a scream, and his one gold eye shining like fire. The clever animal! My wife was dead because of him, and now his evil voice was sending me to the gallows.” Secara tak sengaja narrator telah menguburnya di dinding bersama istrinya. Ia menganggap kalau ia telah dirasuki oleh kucing berwarna hitam itu. Dalam kaitannya pikiran narator juga berperan penting dalam penggambaran kucing Benjamin F Fisher “A second type of popular fiction, the comic mode, also strongly appealed to Poe. More important, many writers discerned how to mingle horror with humorwithin an individual tale, and sow may find many with initial hints that supernaturalism is besetting the protagonist, only to discover in the conclusion that the narrator had a nightmare or that his fantastic circumstances resulted from his drunken irrationality or the hallucinatory effects produced by drugs, opium being the most commonly ingested substance among these narratorprotagonists because it was easy to obtain for medical uses. “

Simbolisme Kucing Hitam Pada Mitologi Barat, Yunani dan Roma

Pada awal abad pertengahan kucing di anggap sebagai pembantu penyihir yang menyebabkan ribuan kucing dibunuh. Pembunuhan besar-besaran terhadap kucing membawa kutukan bagi masyarakat Eropa hingga menyebabkan munculnya wabah pes yang dibawa oleh tikus.masyarakat menganggap bahwa wabah pes ini disebabkan oleh kutukan yang dibawa kucing. Sedengkan, dalam mitologi Yunani kucing di anggap sebagai dewa kematian Hebei Jiatong Vocational (2012) menjelaskan bahwa “ We becomes increasingly aware of his superstitious belief as the story progresses from the fact that he calls his cat, Pluto, who in Greek and Roman mythology was the god of the dead and the ruler of the underworld. One moment he will be in a perfect frenzy of violence, with nothing but curses and vituperation even for those he loves. Very quickly, however, he is overcome with remorse and is sorry for all that he has said and done.”
Dalam cerita narrator menyebutkan bahwa ia menemukan seekor kucing hitam yang sangat mirip dengan sosok Pluto. Namun, ada yang berbeda di sana kucing baru itu memiliki tanda putih melingkar yang ada di sekitar lehernya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah, kucing kedua itu adalah jelmaan dari Pluto? Renkairnasi ini merujuk kembali pada mitologi Roma dan Yunani. Bahwa kucing hitam sebenarnya jelmaan dari dewa yang hidup kembali dan mengutuk hidup seseorang yang berdosa.
Beberapa mitologi ini dapat direfleksikan pada cerita pendek Black Cat yang telah menyiksa kehidupan narrator. Narator merasa terkena kutukan oleh Pluto karena telah membunuhnya. Selain itu penyihir yang seringkali digambarkan oleh sosok wanita dan muncul pada sosok istri narrator. Ia menganggap bahwa istrinya mirip kucing yang telah ia bunuh, dalam mitologi Eropa kucing adalah jelmaan penyihir dan penyihir merujuk pada perempuan itu artinya perempuan dan kucing harus ia bunuh.
Kutukan yang dibawa oleh kucing membuat narrator menjadi gila, dalam psikoanalisis ia diduga telah menderita schizophrenia. Namun, dalam pandangan sosiologi sastra cerita ini merujuk pada berbagai mitologi yang terjadi di masyarakat dibelahan dunia khususnya barat.
Simpulan
Karya sastra memang takkan terjadi begitu saja. Karya sastra bisa lahir dari lingkungan dan latar belakang pengarangnya, termasuk mitos yang telah dibangun oleh masyarakat. Poe memberikan sebuah allegory tentang pandangan masyarakat tentang kucing berwarna hitam, yaitu tentang simbolisme kucing yang dipandang buruk. Poe mengambarkan Pluto sebagai makhluk polos yang tidak bersalah dan berubah menjadi makhluk antagonis akibat persepsi yang dibangun oleh narrator. seperti itulah yang terjadi pada masyarakat barat, kucing yang sebenarnya makhluk predator tikus dan menjaga kestabilitasan ekosistem, dipandang buruk akibat mitos dan legenda yang terjadi di masyarakat.

Daftar Pustaka

Dincer Figun.2010. “The Light and Dark Romantic Features in Irving Hawthorne and Poe”. The Journal of International Social Research.
Fisher, F Benjamin. 2008. The Cambridge to Introduction to Edgar Allan Poe. UK : Cambride University Press.
Haiyuan Liu; Zhang Junfeng. 2012. The Conflicting Mind Reflected in Edgar Allan Poe’s “The Black Cat” and D. H. Lawrence’s “The Horse Dealer’s Daughter”. Hebei Jiaotong Vocational and Technical College.
Piancentino, Ed. 1998. Studies in Short Fiction:Poe’s “ The Black Cat”as Psychobiography: Some reflection on the Narratolical Dynamics. America : Newberry College.
Poe, Allan Edgar.1999. The Black Cat and Other Stories. England : Penguin Books.

Poe, Allan Edgar.2011. Kisah-Kisah Tengah Malam Edgar Allan Poe : “ Kucing Hitam” , terj oleh Maggie Tiojakin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

 

Kisah Seekor Cicak

Akulah yang tidak disukai oleh hampir kebanyakan orang. Akulah yang dianggap sebagai hama. Akulah yang menempel di dinding rumah. Akulah yang terjatuh dan hinggap di kepala manusia, sehingga dianggap sebagai sumber kesialan. Akulah yang membuat kebisingan di tengah sunyinya malam. Akulah yang bertelur. Akulah yang mampu memutuskan ekorku sendiri. Akulah saksi hidup dari setiap perilaku manusia di dalam rumah. Akulah yang mengamatimu, mengamati manusia.
Agak lama aku tinggal di rumah ini, rumah yang sederhana dan dihuni oleh seorang gadis dan ayah tirinya. Gadis tersebut baru ditinggal mati oleh ibu kandungnya sejak satu tahun yang lalu, dan kini tinggal bersama pria yang sudah dinikahi ibunya selama empat tahun. Aku tak tau jelas berapa umur gadis tersebut, mungkin saja sekitar 13 tahun, wajahnya cantik meski awan mendung selalu menyelimuti cerianya, tubuhnya banyak dihiasi luka memar, dan aku selalu memergokinya sedang menangis.
***
Seperti biasa aku sedang mengamati serangga kecil bernama nyamuk untukku jadikan santapan pagi. Kuamati kemana ia terbang dan kubiarkan ia makan dengan kenyang terlebih dahulu. Dan setelah ia merasa lengah ku santap ia dengan lahap. Hap! Ku julurkan lidahku yang panjang ini dan dengan tangkasnya kumasukkan ia ke dalam mulutku. Pagi ini aku sudah mendapatkan santapan lezat. Namun, tidak begitu dengan gadis pemilik rumah ini, ia terlihat meringkuk kesakitan diatas kasur yang sudak kuyu itu.
BRAKK !! Tiba – tiba datanglah seseorang yang mendobrak pintu kamar gadis itu.
“hey bisu!!” kata pria yang tak lain adalah ayah tirinya.
“ngapain lu diem di situ?bukannya nyiapin sarapan buat gue.” Pria tersebut mendekati gadis itu dan mulai menjambakki rambut gadis yang terurai panjang itu. Wajahnya terlihat begitu pucat, dan berkeringat dingin. Gadis itupun mulai memegang dahinya sambil menunjukkan isyarat bahwa ia sedang sakit.
“ sakit?enak aja lo!!duit mana duit?”
Gadis itu mulai menangis sambil menggelengkan kepalanya.
“warisan dari nyokap lo mana hah?” gadis itu semakin menangis dalam diam. Sedangkan mata sang ayah tirinya yang merah menyalah penuh kemarahan itu tiba – tiba berubah menjadi tatapan penuh kebahagiaan dan kerakusan.
“nah ini kalung siapa? kalung lo kan? cepat lepas!!” gadis itu kembali menggelengkan kepalanya sambil memegang erat kalung yang terpasang dileher indahnya. Namun, tenaga pria itu tetap dan selalu lebih besar, iapun berhasil merebut kalung berbentuk hati dari jemari gadis kecil itu. Lelaki tinggi besar itu berlalu dengan cepatnya, sedangkan si gadis cantik masih menangis dalam bisunya.
***
Gadis itu memang bisu sejak kepergian ibu tercintanya. Aku tak tau bagaimana dan mengapa ibunya meninggal. Yang pasti sejak ku singgahi rumah ini, gadis cantik tersebut sudah tidak bisa mengeluarkan suara layaknya manusia – manusia yang lain. Mungkin saja kepergian ibunya menyisakan luka yang sangat dalam sehingga ia tak mampu untuk mengeluarkan suara tangisnya lagi.
Setiap hari ayah tirinya menyiksa tubuh mungil gadis yang sampai sekarang tak kuketahui namanya itu. Semua harta yang ada didalam rumah telah lenyap entah kemana, mungkin sang ayah yang tak sepantasnya dipanggil ayah itu telah menjual segala yang ada didalam rumah demi kepentingan hidupnya sendiri. Ia menghabiskan harinya dengan berjudi, bermain perempuan, dan sesekali membawa perempuan yang berbeda kedalam kamarnya. Entah apa yang ia lakukan.
Aku sendiri hanya bisa mengamati tingkah mereka berdua dari kejauhan, sesungguhnya aku sangat ingin membantu gadis tersebut keluar dari segala penderitaan yang membayangi hidupnya. Namun, aku hanyalah seekor cicak yang mungkin saja bisa terbunuh oleh tingkah kejam manusia. Jadi, aku hanya bisa memperhatikan dan berdoa kepada tuhan agar gadis itu mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa.
***
Kawan – kawanku tak ada yang betah untuk tinggal di rumah ini, meski sebenarnya dirumah ini banyak sekali serangga kecil yang bisa dijadikan santapan. Alasan mereka mudah saja yakni tak tega melihat seorang gadis kecil yang selalu disiksa, dan dianiaya. Aku sendiri bukannya tega, namun entah mengapa aku sadar sepertinya aku harus lebih lama lagi untuk tinggal disini.
Lagi, aku menatapi gadis itu dengan rasa kasihan di dinding kamar. Dan ternyata gadis itu menyadari keberadaanku, ia menatapku seperti ingin berbicara. Aku yakin didalam hatinya pasti ia ingin mengungkapkan isi hatinya. Namun, apa daya ia hanya seorang gadis bisu.
Aku tak mampu berdiam diri menatapi gadis cantik itu, jadi kuputuskan untuk keluar dari kamar melalui celah kecil di atas pintu kamar. Aku merayapi dapur, dan sampai ke tengah rumah. Ramai sekali disana, penuh dengan pria – pria mabuk dan wanita berbaju seksi. Aku tahu mereka sedang berjudi, sungguh tindakan maksiat dan memalukan. Namun, rasanya aku harus mengamati mereka, menurutku itu keputusan yang tepat.
“ punya apa lu Bred? Udah kere begini masih aja pingin ikutan” kata seorang pria mabuk berbadan kurus, kepada sang ayah tiri itu.
“ tenang aja kali ini gue pasti menang”
“ kalo lu kalah lagi apa jaminannya?” Tanya seoang pria yang terlihat sedang memeluk seorang wanita.
Pria yang disapa Bred itu kini terdiam seperti sedang berpikir keras.
“ya udah gue kasih si cewek bisu itu aja deh”
“maksudnya anak tiri lu?”. Pria bangsat itu menganggukkan kepalanya.
“yang bener lu? Tu cewek biar masih bocah tapi cantik juga sih, Masih perawan nggak tu cewek?”
“ gue jamin dia masih perawan”
“ yakin lo belum pernah ngapa – ngapain dia?”
“perlu dibuktiin sekarang?” tantang pria itu kepada kawan – kawannya. Mereka semuapun tertawa terbahak – bahak.
Aku tak mengerti dengan jelas bagaimana proses perjudian itu. Yang pasti uang bergilir kesana kemari dan penuh dengan tawa riang serta botol – botol minuman bererakkan di sekitar meja judi. Aku berharap semoga pria jahat itu memenangkan perjudian tersebut. Bukannya, aku mendukung ia, namun aku tak mau melihat anak tirinya ternoda karena ulah pria – pria pendosa itu.
Suasana semakin memanas, ketika Abred mulai kebingungan dan rasa kesal menyelimuti wajahnya. Wajahnya terlihat pucat dan putus asa.
“ aduh Bred, gue bilang juga apa bentar lagi lo juga kalah lagi” ia hanya terdiam.
Tiba – tiba tawa riuh,kembali membahana. Seorang pria bertubuh kurus mengeluarkan kartu andalannya.
“hahaha..gue menang. Janji lo harus lo tepati Bred.”
“tuh dia ada di kamar” kata ayah tak bermoral itu.
“sorry bray.. kayaknya lo semua, harus pergi, gue mau menikmati malam indah sama tu cewe bisu itu.”
“oke oke..kita semua ngerti.. hahahah..”
Para pemabuk dan wanita – wanita nakal itupun meninggalkan rumah ini, termasuk si ayah tiri. Sekarang hanya tinggal kami bertiga yang ada didalam rumah. Aku, pria hidung belang dan gadis cantik itu.
Lelaki itu terlihat sedang bersiap – siap dengan mata binalnya. Langkahnya maju perlahan sambil memanggil nama gadis itu dengan pelan dan lembut. Ku ikuti setiap langkahnya. Hingga sampai disebuah kamar kecil yang didalamnya gadis itu. Kemudian, ia mengetok pinu itu dengan perlahan.
“Dinda sayang buka pintunya dong” namun sepertinya, gadis itu tak mau membuka pintu kamarnya.dan ku harap ia tidak akan pernah membukakan pintu kamarnya.
“Dinda…” ulang lelaki itu. Berkali kali ia memanggil nama gadis itu. Namun, dinda tak juga muncul dari balik kamarnya. Dengan rasa penasaran aku merayap ke dalam kamar gadis mungil itu. Dan kulihat ia sedang ketakutan sambil memeluk sebuah bantal. Aku rasa Dinda sudah tahu akan hal itu.
Dinda mulai menangis dan lelaki itu mulai mencoba mendobrak pintu kamarnya yang sudah rapuh itu.
“Dindaaa.. kalo lo nggak juga buka ini pintu gue dobrak!!”
BRAKKK!!! Pintu itu terbuka lapang. Dan kulihat seorang pria tinggi kurus menatap Dinda dengan penuh birahi.
“mau apa lo sekarang?”lelaki itu tersenyum dan mulai mendekati Dinda.
Gadis cantik mulai melempari barang – barang yang ada didekatnya ke arah lelaki itu namun, semua terasa sia – sia dan percuma.
“mau lempar apa lagi sayang?semuanya nggak akan berguna. Bokap tiri lo udah ngejual lo ke gue. Gue bebas mau ngelakuin apa aja.” Pria itu mulai menyentuh pipi gadis cantik yang terlihat ketakutan itu.oh tuhan!
Aku tak bisa membiarkan semua ini terjadi, gadis itu masih sangat polos dan baik hati. Sedangkan pria itu mulai melakukan tindakan – tindakan tidak pantas. Kuputuskan untuk merayap dan terdiam tepat diatas kepala pria itu, setelah itu pluk! kujatuhkan tubuh mungilku kekepalanya untuk mengalihan perhatian.
“AH!!! apa ini?” pria itu terkejut sambil mencoba untuk menyingkirkanku dari kepalanya yang berambut gondrong itu Namun aku tetap mencoba bertahan dengan kaki – kakiku yang lengket.
Setelah beberapa saat ia berhasil membantingku dengan tenaganya yang besar itu. Akupun terpelanting didekat kakinya.
“ dasar cicak sialan!!!” aku berhasil mengalihkan perhatiannya. Ia mulai mencari benda untuk memukulku hingga ia dapatkan sebuah tongkat besar yang siap untuk membunuhku. Namun, aku tak putus asa kugunakan keahlian terakhirku untuk mengalihkan perhatiannya yaitu dengan cara memutuskan ekorku.kuharap ini akan berhasil. Tapi ternyata kali ini dugaanku salah, lelaki itu tetap mengejarku. Kekuatanku semakin melemah, hanya satu harapanku kali ini semoga gadis itu bisa berlari sejauh mungkin.
Setelah susah payah, pria itu berhasil mendapatkanku, dan memukulku dengan segala upaya yang ia punya. Tatapanku makin tak karuan, tenagaku semakin melemah.kuharap gadis itu segera pergi dari rumah ini, aku tak peduli dengan keadaanku sekarang mungkin sang malaikat maut sudah siap menjemput sang binatang dengan penuh kesialan ini.

Post Navigation