Dianaira

Petrichor

Mitos Kucing Hitam dan Refleksinya Terhadap Cerita Pendek Karya Edgar Allan Poe “ The BLACK CAT”

black-cat-946162872

( Analisis Karya Edgar Allan Poe; The Black Cat)
Pattrinesia Herdianaira
1211503097
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung
nairadianaira@rocketmail.com

Abstract

This research is aimed to explained about the horror short stories which titled “ The Black Cat” by Edgar Allan Poe and connected it to the mythology about black cat. Through mimetic approach, we will analyze cat symbolism in each countries and continent, also compared with the other mythology about cat.

Kata-kata Kunci : kucing, mitos, Edgar Allan Poe

Pendahuluan:

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya mitos-mitos yang terjadi dalam masyarakat mengenai kucing hitam dan simbol dari kucing itu sendiri. Berbagai mitos ini muncul akibat realitas masyarakat yang menganggap bahwa kucing (khususnya kucing hitam) adalah jelmaan dari penyihir, juga simbol kematian dan kesialan. Dalam cerita pendek Edgar Allan Poe yang dibuat pada tahun 1843 dengan mengangkat tema gotic dan horror, Poe menggambarkan bahwa kucing yang bernama Pluto yang sebenarnya tidak bersalah dan bersifat netral berubah menjadi sosok antagonis akibat dari khayalan yang diciptakan oleh narator, sama halnya mitos yang dibangun oleh masyarakat mengenai kejahatan kucing hitam.
Selama abad pertengahan di Eropa kucing hitam di anggap sebagai pendamping dari penyihir, dan siapapun yang tertangkap sedang bersama kucing itu akan dibunuh. Takhayul ini menyebabkan orang untuk membunuh kucing hitam secara besar-besaran.
Zaman semakin berubah namun, mitos tentang kucing hitam belum juga berubah. Mitos yang telah mengakar di masyarakat tetap memandang kucing hitam sebagai simbol kesialan. Hampir dari semua legenda di dunia menggambarkan kucing hitam sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistis. Meski, di Jepang kucing hitam merupakan simbol keberuntungan di Indonesia kucing hitam masih di anggap sebagai simbol kesialan.
Dari mitos yang di bangun inilah kita mampu menganalisis tentang psikoanalisis masyarakat yang direflesikan pada cerita pendek karya Edgar Allan Poe. Dalam cerita tersebut kucing berubah menjadi makhluk jahat dan mempengaruhi hidup si narator yang tidak bernama tersebut.

Metode

Metode yang digunakan adalah kualitatif dan dengan menggunakan pendekatan mimesis, yaitu menurutt Abrams (1999) mimesis adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai imitasi atau refleksi juga representasi dari kehidupan dan perilaku manusia.
Melalui pendekatan mimetik penulis dapat menganalisis tentang karya yang di buat oleh Edgar Allan Poe dan menghubungkannya dengan mitos yang dibangun oleh kalangan masyarakat itu sendiri. Penulis akan menghubungkannya dengan realitas masyarakat (khususnya barat) mengenai simbolisasi kucing hitam. Penulis juga membutuhkan berbagai pendekatan sosiologi sastra untuk mengetahui latar belakang Poe dan lingkungan masyarakatnya.
Metode yang digunakan dalam metode kualitatif adalah dengan mengkaji teks yakni isi dari cerita pendek karya Edgar Allan Poe berjudul “ The Black Cat” yang menjadi objek dari penelitian. Dengan memahami berbagai simbol yang muncul, serta latar suasana yang gotic dapat memberikan esensi yang lebih dalam dari maknanya sendiri. Sudut pandang narator juga memiliki peranan penting tentang pikiran yang ia buat mengenai Pluto. Setelah, mengkaji teks penulis akan melakukan mencari data-data yang berkenaan tentang berbagai mitos kucing hitam yang terjadi khususnya di kalangan barat. Data-data tersebut akan akan diaplikasikan pada saat pembahasan. Terakhir, penulisan akan menafsirkan data-data yang telah ditemukan dan menganalisisnya pada objek penelitian secara logis.
Sekilas Tentang Edgar Allan Poe dan The Black Cat
Edgar Allan Poe ( Edgar Poe) adalah seorang sastrawan asal Amerika yang lahir di Boston pada tanggal 19 Januari 1809 dan wafat pada 17 Oktober 1849. Ia merupakan salah satu sastrawan yang berkonsentrasi pada aliran sastra romantik Amerika. Poe dikenal karena mengusung cerita-cerita yang bertemakan misteri, horror dan suspens.
Poe merupakan anak kedua dari aktris kelahiran Inggris yang bernama Elizabeth Elizabeth Arnold Hopkins Poe dan aktor David Poe, Jr dia memiliki kakak laki-laki, William Henry Leonard Poe , dan seorang adik perempuan, Rosalie Poe. Kakek mereka, David Poe, Sr, beremigrasi dari Cavan, Irlandia, ke Amerika sekitar tahun 1750. Ayahnya meninggalkan keluarga mereka pada tahun 1810, dan ibunya meninggal setahun kemudian akibat terserang penyakit tuberkolosis paru-paru. Poe kemudian dibawa ke rumah John Allan, seorang pedagang Skotlandia sukses di Richmond, Virginia, yang berurusan dalam berbagai barang termasuk tembakau, kain, gandum, batu nisan , dan budak The Allans menjabat sebagai keluarga angkat dan memberinya nama ” Edgar Allan Poe ” meskipun mereka tidak pernah secara resmi mengadopsinya.
Ia mulai menulis secara aktif setelah memenangkan sayembara menulis cerita pendek berjudul “MS Found in a Bottle”. Black Cat merupakan satu dari banyak cerita pendek bergenre horror karangan Poe. Cerpen in pertama kali dipublikasikan pada tanggal 19 Agustus 1843. Kisah ini menceritkan tentang seseorang yang memelihara kucing hitam di rumahnya, awalnya semua berjalan baik dan tak ada hal yang aneh. Namun, akibat ketergantungan terhadap alkohol, narrator berubah menjadi seseorang yang hilang kendali dan paranoid. Akibat pengaruh alkohol ia mencongkel mata kucingnya sendiri hingga akhirnya membunuh kucing bernama Pluto itu. Setelah membunuhnya, narrator dihinggapi rasa ketakutan yang sungguh luar biasa dan menganggap kucing sebagai makhluk paling mengerikan ia merasa telah dihantui oleh arwah Pluto. Narrator semakin kehilangan kendali dan akhirnya membunuh istrinya sendiri dan menguburnya di dinding rumah.

Hasil Penelitian

Analisis ini difokuskan pada karya Edgar Allan Poe yang berjudul The Black Cat. Dengan memperlihatkan berbagai perpepsi narrator tentang kucing yang ia miliki. Dalam cerita ini kucing seakan menjadi bisikan jahat yang menggugah perasaan narator untuk membunuh itrinya. Kemudian bagaimana karya ini memiliki kekuatan horror akibat mitos dan legenda yang telah dibangun oleh masyarakat kalangan barat. Selain itu penulis juga perlu untuk meneliti psikoanalisis tentang pengaruh alcohol yang terjadi pada narrator.

Analisis Karya The Black Cat

Cerita pendek ini bergenre dark romantic yang memiliki berbagai ciri khas yakni; bernuansa gothic, horror, supernatunaral dan illogical. Sedangkan menurut G.R Thompson dark romantic merupakan lawan dari aliran romantic mainstream lainnya (light romantic)“ Fallen man’s inability fully to comprehend haunting reminders of another, supernatural realm that yet seemed not to exist, the constant perplexity of inexplicable and vastly metaphysical phenomena, a propensity for seemingly perverse or evil moral choices that had no firm or fixed measure or rule, and a sense of nameless guilt combined with a suspicion the external world was a delusive projection of the mind–these were major elements in the vision of man the Dark Romantics opposed to the mainstream of Romantic though” . Aliran ini berkembang dan populer di Amerika pada tahun 1836 hingga 1840-an.
Dari ciri dan karakteristik yang telah ditentukan di atas penulis menemukan berbagai elemen yang terdapat pada subgenre dark romantik. Pada Black Cat karya Edgar Allan Poe ditemukan pula setting dengan latar malam yang merujuk pada nuansa gotik. “ I remember that night very well. I came home late, full ofdrink again. I could not understand why Pluto was not pleased to see me. The cat was staying away from me. My Pluto did not want to come near me! I caught him and picked him up, holding him strongly. He was afraid of me and bit my hand.” ( Edgar Allan Poe, 1999:2). Nuansa malam disebutkan hingga beberapa kali dalam plot.
Supernatural dan hal-hal yang tidak logis juga terjadi dalam novel ini selain itu, adanya pikira-pikiran yang mengerikan yang diceritakan oleh narator juga muncul “ How can I explain this fear? It was not really a fear of something evil . . . but then how else can I possibly describe it? Slowly, this strange fear grew into horror. Yes, horror. If I tell you why, you will not believe me. You will think Iam mad”. ( Edgar Allan Poe, 1999:2). Narrator menggambarkan bahwa mungkin ia sudah gila karena ketakutan selalu melandanya. Ia yakin bahwa kucing itu adalah hantu yang akhirnya sudah menguasai pikirannya. Kucing, yang dulunya adalah hewan kesayangannya berubah menjadi hantu baginya.
Kucing yang menjadi symbol mistis kembali muncul pada akhir cerita yaitu pada saat polisi berusaha untuk menghancurkan dinding yang diduga ada mayat istrinya yang telah narrator bunuh. “And there was the cat, standing on her head, his red mouth wide open in a scream, and his one gold eye shining like fire. The clever animal! My wife was dead because of him, and now his evil voice was sending me to the gallows.” Secara tak sengaja narrator telah menguburnya di dinding bersama istrinya. Ia menganggap kalau ia telah dirasuki oleh kucing berwarna hitam itu. Dalam kaitannya pikiran narator juga berperan penting dalam penggambaran kucing Benjamin F Fisher “A second type of popular fiction, the comic mode, also strongly appealed to Poe. More important, many writers discerned how to mingle horror with humorwithin an individual tale, and sow may find many with initial hints that supernaturalism is besetting the protagonist, only to discover in the conclusion that the narrator had a nightmare or that his fantastic circumstances resulted from his drunken irrationality or the hallucinatory effects produced by drugs, opium being the most commonly ingested substance among these narratorprotagonists because it was easy to obtain for medical uses. “

Simbolisme Kucing Hitam Pada Mitologi Barat, Yunani dan Roma

Pada awal abad pertengahan kucing di anggap sebagai pembantu penyihir yang menyebabkan ribuan kucing dibunuh. Pembunuhan besar-besaran terhadap kucing membawa kutukan bagi masyarakat Eropa hingga menyebabkan munculnya wabah pes yang dibawa oleh tikus.masyarakat menganggap bahwa wabah pes ini disebabkan oleh kutukan yang dibawa kucing. Sedengkan, dalam mitologi Yunani kucing di anggap sebagai dewa kematian Hebei Jiatong Vocational (2012) menjelaskan bahwa “ We becomes increasingly aware of his superstitious belief as the story progresses from the fact that he calls his cat, Pluto, who in Greek and Roman mythology was the god of the dead and the ruler of the underworld. One moment he will be in a perfect frenzy of violence, with nothing but curses and vituperation even for those he loves. Very quickly, however, he is overcome with remorse and is sorry for all that he has said and done.”
Dalam cerita narrator menyebutkan bahwa ia menemukan seekor kucing hitam yang sangat mirip dengan sosok Pluto. Namun, ada yang berbeda di sana kucing baru itu memiliki tanda putih melingkar yang ada di sekitar lehernya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah, kucing kedua itu adalah jelmaan dari Pluto? Renkairnasi ini merujuk kembali pada mitologi Roma dan Yunani. Bahwa kucing hitam sebenarnya jelmaan dari dewa yang hidup kembali dan mengutuk hidup seseorang yang berdosa.
Beberapa mitologi ini dapat direfleksikan pada cerita pendek Black Cat yang telah menyiksa kehidupan narrator. Narator merasa terkena kutukan oleh Pluto karena telah membunuhnya. Selain itu penyihir yang seringkali digambarkan oleh sosok wanita dan muncul pada sosok istri narrator. Ia menganggap bahwa istrinya mirip kucing yang telah ia bunuh, dalam mitologi Eropa kucing adalah jelmaan penyihir dan penyihir merujuk pada perempuan itu artinya perempuan dan kucing harus ia bunuh.
Kutukan yang dibawa oleh kucing membuat narrator menjadi gila, dalam psikoanalisis ia diduga telah menderita schizophrenia. Namun, dalam pandangan sosiologi sastra cerita ini merujuk pada berbagai mitologi yang terjadi di masyarakat dibelahan dunia khususnya barat.
Simpulan
Karya sastra memang takkan terjadi begitu saja. Karya sastra bisa lahir dari lingkungan dan latar belakang pengarangnya, termasuk mitos yang telah dibangun oleh masyarakat. Poe memberikan sebuah allegory tentang pandangan masyarakat tentang kucing berwarna hitam, yaitu tentang simbolisme kucing yang dipandang buruk. Poe mengambarkan Pluto sebagai makhluk polos yang tidak bersalah dan berubah menjadi makhluk antagonis akibat persepsi yang dibangun oleh narrator. seperti itulah yang terjadi pada masyarakat barat, kucing yang sebenarnya makhluk predator tikus dan menjaga kestabilitasan ekosistem, dipandang buruk akibat mitos dan legenda yang terjadi di masyarakat.

Daftar Pustaka

Dincer Figun.2010. “The Light and Dark Romantic Features in Irving Hawthorne and Poe”. The Journal of International Social Research.
Fisher, F Benjamin. 2008. The Cambridge to Introduction to Edgar Allan Poe. UK : Cambride University Press.
Haiyuan Liu; Zhang Junfeng. 2012. The Conflicting Mind Reflected in Edgar Allan Poe’s “The Black Cat” and D. H. Lawrence’s “The Horse Dealer’s Daughter”. Hebei Jiaotong Vocational and Technical College.
Piancentino, Ed. 1998. Studies in Short Fiction:Poe’s “ The Black Cat”as Psychobiography: Some reflection on the Narratolical Dynamics. America : Newberry College.
Poe, Allan Edgar.1999. The Black Cat and Other Stories. England : Penguin Books.

Poe, Allan Edgar.2011. Kisah-Kisah Tengah Malam Edgar Allan Poe : “ Kucing Hitam” , terj oleh Maggie Tiojakin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

 

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: