Dianaira

Petrichor

Archive for the month “August, 2014”

Saya INFP!

Bar181430_168694343290429_1151190486_nu beberapa hari lalu saya melihat tweet dari sebuah akun yang membahas kepribadian, saya langsung tertarik untuk mengetes kepribadian sendiri. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba tes temperamen dan hasilnya adalah koleris ( Pemimpin, keras kepala). Namun ada yang berbeda dari test temperamen yang dulu pernah saya coba, kepribadian yang saya baca disebuah akun twitter tersebut menunjukkan singkatan-singkatan yang tidak saya mengerti misalnya INTJ, INTP dll. Akhirnya saya mencari tahu pada mbah google dan saya menemukan MBTI Personality.

MBTI personality adalah singkatan dari Myers-Brigg Type Indicator yang menjelaskan bahwa kepribadia memiliki 16 karakteristik. Nah, diantaranya INFP yang menjadi jenis kepribadian saya. INFP adalah singkatan dari I= Introvert N= iNtutition F= Feeling dan P= Perceiving. Katanya INFP itu adalah orang yang idealis dan pemimpi.

Awalnya saya agak kaget saat melihat hasilnya. Ah masa sih? lagi pula saya bukanlah salah satu orang yang perasa alias sensitif. Tapi setelah saya baca lagi ternyata ada yang memang cocok dari diri saya. Menurut hasil tes, INFP itu cocok untuk menjadi penulis, jurnalis dan peneliti. Saya ingat betul kalau pas kecil saya pernah bercita-cita untuk menjadi Scientist, nah pas udah gede saya emang bercita-cita jadi penulis dan jurnalis. Lumayan nyambunglah.

Saya adalah pengagum musik-musiknya Radiohead dan ternyata si om Thom Yorke berasal dari INFP dan yang ga disangka lagi ternyata orang-orang yang saya kagumi memang berasal dari INFP. Seperti Putri Diana, JK. Rowling juga Johnny Depp. Kalo dalam tokoh fiksi yang mencerminkan diri saya di buku karangan JK. Rowling yang berjudul Harry Potter adalah Luna Lovegood. Waktu zaman alay dulu, nama Facebook saya adalah Dianaira Lovegood. Karena saya emang suka sama karakter Luna yang aneh dan juga namanya yang unyu.

Dan mungkin itu memang pencerminan diri saya, karena semakin lama saya merasa cocok dengan sandangan INFP si pemimpi. Lagipula saya sangat tertarik di bidang bahasa dan sastra dan emang tipikal orang yang suka bermimpi. Tapi, katanya (lagi) INFP itu salah satu orang yang religius dan mudah depresi. Saya mikir lagi, kalo religius kayanya biasa aja deh apalagi depresi karena saya orangnya cuek. Selepas dari hal-hal itu saya bisa menerima kalo saya memang INFP.

Orang INFP itu Nerd, weird, freak. Pokoknya anehlah (anti-mainstream), saya sadar saya orangnya emang aneh –” ” But I’m a creep I’m a weirdo” kata Radiohead and it was holy sh*t, Creep adalah lagu kebangsaan saya. INFP juga individualis, emang saya banget itu, saya ga suka berada di tempat yang terlalu rame.

Kalo dibandingkan dengan tipe temperamen emang agak berbanding terbalik yang saya tahu Koleris adalah orang yang emosian, berjiwa pemimpin dan keras kepala. Kalo INFP lebih perasa, mungkin saya itu kombinasi dari sifat Koleris dan INFP. Selepas dari semua itu saya suka dengan keunikan diri saya sebagai seorang pemimpi idealis dan koleris. Setiap orang memiliki keunikan sendiri, maka dari itu ketahui kepribadianmu!!

Advertisements

(500) Days of Summer

Some people are meant to fall in love with each other.

But not meant to be together. -(500) Days of Summer.

TFIOS

That’s the thing about pain.

It demands to be felt. – John Green, TFIOS-

The Fault in Our Stars

You say you’re not special because the world doesn’t know about you, but that’s an insult to me. I know about you. – John Green-

Karena Segala Sesuatu diciptakan 2 Kali

2

 

 

Judul                  : 2

Penulis              : Donny Dhirgantoro

Penerbit            : Grasindo

Tahun terbit     : 2011 (cetakan pertama), 2013(cetakan ke enam)

Tebal buku       : 418 halaman

 

Menjadi pe-bulutangkis merupakan impian dari seorang gadis super besar bernama Gusni Annisa Puspita, dengan latar belakang keluarga pecinta bulutangkis sekaligus adik dari pe-bulutangkis nasional, Gusni melabuhkan impiannya itu dengan alasan yang cukup sederhana yaitu ingin membuat ke-dua orang tuanya senang.

Meski Harry telah pindah, Gusni tetap melabuhkan cita-citanya terhadap kok bulu angsa tersebut, awalnya ia sempat ragu apakah ia mampu meraih cita-citanya dengan postur tubuh yang melebihi usia sebayanya itu, apalagi dengan ayah-ibunya yang sepertinya selalu menunda-nunda impian Gusni dengan alasan “belum waktunya” atau “nanti ya Gusni” namun, pada akhirnya Gusni tetap melaju dengan segala keterbatasannya tersebut.

Dengan segala pertimbangan yang ada akhirnya ke-dua orang tua Gusni mengizinkan apa yang telah Gusni impikan yaitu menjadi seorang atlet bulutangkis, Gusni dilatih oleh seorang pelatih handal bernama Andi Hariyanto Maulana yang juga pelatih kakak perempuan Gusni, meski dengan tubuhnya yang gempal itu Gusni diperlakukan sama seperti anak didiknya yang lain. Namun, lagi-lagi Gusni harus menelan pil pahit, ketika latihan bulutangkis Gusni jatuh pingsan tekanan darahnya naik drastis dan Gusni pun harus menguburkan cita-citanya sebagai atlet bulutangkis.

Onde-onde menjadi pelipur lara Gusni, dan dengan onde-ondelah Gusni bertemu lagi dengan cinta pertamanya yaitu Harry, di usianya yang ke- delapan belas tahun, Sepasang sahabat itu bertemu lagi bersama cinta yang kemudian tumbuh dihati mereka. Akhirnya mereka berduapun memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.

Namun, kenyataan pahit harus ditelan Gusni ketika disuatu malam ia mengetahui ada alasan tertentu, mengapa pada saat ia terakhir kali bermain bulu tangkis ia malah jatuh pingsan, atau dengan berat badannya yang tak pernah turun bahkan cenderung naik. Ternyata, Gusni menderita penyakit genetika yang dulu juga dialami kakek buyutnya dan kakak perempuan kakek buyutnya. Usia mereka tak menginjak lebih dari usia 25 tahun, mereka berdua meninggal di usia yang terbilang muda. Sebenarnya, orang tua Gusni sudah mengetahui hal ini cukup lama, bahkan ketika Gusni baru saja dilahirkan. Itulah sebabnya mama dan papa Gusni sangat khawatir ketika Gusni ingin menjadi seorang atlet bulutangkis.

Dengan bijak Gusni menanggapi kenyataan yang harus ia hadapi. Dengan sekuat tenaga ia mencoba melawan penyakitnya yang bisa merenggut nyawanya kapan saja itu. Dengan rasa optimis ia berusaha mengurangi berat badan yang kini ia pikul. Meski tidak mungkin, setiap shubuh Gusni lari pagi dengan jarak lebih dari 5km. Gusni menata mimpinya kembali yaitu ingin membuat keluarganya senang di semasa ia hidup. Gusni pun terlahir kembali menjadi seseorang yang bercita-cita sebagai pe-bulutangkis, karena ia yakin dengan cara itulah ia bisa membuat ke-dua orang tuanya bahagia.

Untuk melanjutkan impiannya Gusni memutuskan untuk berpisah dari Harry, karena baginya akan terasa sangat sakit bila hubungan mereka terus dilanjutkan, meski keduanya masih saling mencintai, mereka berdua sepakat untuk berpisah. Dan mengejar impiannya masing-masing. Namun, hal itu tidak berlangsung lama Gusni kembali berada dipelukan Harry pada saat itu Gusni memutuskan untuk berani mencintai dan mencintai dengan berani entah itu kepada Harry, keluarganya dan juga bulutangkis.

Impian Gusni membuahkan hasil Gusni mengikuti sebuah kejuaraan khatulistiwa terbuka. Gusni dan kakak perempuannya Gita terus berusaha untuk memenangkan pertandingan tersebut meski berat badannya tak kunjung turun, Gusni tetap bermimpi untuk mengharumkan bangsa Indonesia, untuk membuat mama dan papanya bahagia.

jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang karena tuhan sekalipun tidak“.

Kata-kata sang pelatih terus terngiang di bathin Gusni, pertandingan terus ia menangkan sampai di putaran final ia bersama Gita berhasil mengalahkan Malaysia lawan yang cukup tangguh. Gusni berhasil membuat orang tuanya bahagia sekaligus membuat seluruh Indonesia takjub padanya.Sampai ia memenangkan pertandingan ia tak pernah berhenti bermimpi, dengan segala keterbatasannya ia berani mencintai dan di tahun 2011 Gusnipun dinikahi oleh Harry.

saya bermimpi besar, dan saya mempercayainya, melakukan penciptaan imajinasi yang luar biasa sebagai seorang manusia. Hidup dengan impian yang bermakna, tetapi sedikitpun saya tidak bekerja keras untuk impian saya. Saya hanyalah pembual nomor satu bagi diri saya sendiri. Saya bekerja keras, setiap hari dengan peluh, luka dan lelah yang terus ada, tetapi tanpa impian yang membakar setiap langkah saya, nafas dan penglihatan saya.. Bergerak lelah, berkeringat tanpa makna saya hanyalah pembual nomor satu bagi dunia”

berikut kutipan dari lembar-lembar akhir novel berjudul 2 ini. Bahwa impian dan kerja keras adalah dua hal yang saling melengkapi, bahwa sesungguhnya segala sesuatu diciptakan dua kali yaitu dalam dunia imajinasi dan dunia nyata. Begitu pula yang di alami oleh Gusni dengan segala keterbatasan yang menghalanginya, Gusni seakan diberi kesempatan kedua untuk meraih impiannya. Meski ajal bisa saja menjemputnya kapan saja ia tetap bermimpi dan bekerja keras.

Novel karya Donny Dhirgantoro ini sungguh mempunyai makna yang sangat membangun, pengarang memberi pesan bahwa dengan bermimpi saja tidaklah cukup, harus ada usaha yang diiiringi oleh doa begitu pula dengan usaha yang tak diiringi oleh impian seakan menjadi sesuatu yang hambar. Mereka semua harus ada didalam setiap nadi kehidupan. Kehangatan keluarga juga menjadi kelebihan dari novel ini,penulis seakan memberi emosi disetiap gaya bahasanya. Penulis seakan menunjukkan bahwa keluarga adalah hal yang paling indah yang ada di setiap sudut kehidupan, disaat jatuh dan disaat bangun, keluarga lah yang berani berada didepan. Begitu pula dengan cinta kasih kedua orang tua yang tak pernah hilang ditelan waktu.

Seperti yang disebutkan diatas sang penulis memberikan emosi disetiap tulisan yang ia torehkan dinovel ini dengan gaya yang sederhana, penulis tidak pernah lupa menulis dengan detail, tentang apa yang dirasakan oleh si tokoh. Alurnya yang maju, membuat setiap adegan mengalir dengan luwes, sehingga pembaca pun seakan ikut masuk ke dalam cerita ini. Pantas saja bila novel yang sudah dicetak sebanyak enam kali ini dinobatkan sebagai novel national best seller

Penulis adalah seorang pria kelahiran Jakarta, 27 Oktober 1973 dengan nama lengkap Donny Dhirgantoro. Sebagai yang sudah kita ketahui ia adalah seorang penulis dari novel bestseller 5cm, yang juga sudah difilmkan dibulan Desember 2012 lalu. Maka wajar saja jika ia berhasil lagi membuat buku berjudul 2 ini menjadi buku laris, ya kita tunggu saja kapan buku ini akan difilmkan.

Buku kedua karangan Donny Dhirgantoro ini akan mengajak sobat medali untuk percaya akan mimpi dan berusaha untuk memperjuangkannya, meski dengan segala keterbatasan yang ada kita tak boleh semudah itu untuk menyerah, karena hanya orang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna.

 

 

Post Navigation