Dianaira

Petrichor

Rasa Setahun Kemarin

Setahun kemarin, aku masih menyukainya. Saat harapan masih mengayuh dan gerumulan perasaan yang kusimpan mencandu imaji. 365 hari yang lalu aku masih bermain dengan perasaanku sendiri hingga punggunya dapat kuraih.12 bulan kemarin bukanlah hal mudah untuk menghindari rasa sakit yang menyenangkan ini. 48 minggu yang lalu ruang hati masih terbuka lebar dan hanya ia yang dapat mengisi.

Tentu saja ini bukan kisah cinta terpendam selama setahun. Ini adalah kisah rasa jenuh karena memendam perasaan terlalu lama. Bukan mundur, karena aku tak pernah berucap maju. Ini adalah tentang rasa JENUH yang akhirnya terucap dari hati. Sesekali penyesalan datang meski akhirnya harus ku ikhlaskan. Ahh! Mengapa aku harus menyukainya?

Lagu-lagu cinta yang selalu kuperuntukkan untuknya kini terasa hambar. Tak ada lagi guratan perasaan yang tersisa, selain sebuah rasa penerimaan dan kata ‘menyerah’. Mungkin tuhan tidak menggariskannya untukku. Lantas, untuk apa aku menghabiskan waktu?

Dan akhirnya aku melepaskannya. Melepas segala hasrat dan imaji. Berbahagia saat ia bersama yang lain, klise memang. Tapi, itulah yang pantas aku ucapkan untuk menguatkan hati. Hingga akhirnya ruang hati ini terasa kosong dan siap untuk diisi. Aku siap jatuh cinta lagi.

Aku siap untuk jatuh cinta lagi. Sungguh merindukan kata ajaib itu. Saat hati terisi oleh berjuta perasaan tak menentu dan lagi-lagi bermain dengan perasaan sendiri. Aku merindukannya, tapi bukan dengan’nya’ melainkan orang baru—yang barangkali adalah—orang yang tepat.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menemukan cinta. Pada kenyataannya kata ‘itu’ bukanlah sesuatu yang gampang untuk dirasakan, yah bisa dibilang cinta memang butuh waktu. Perasaan sesaatpun datang silih berganti, untuk sekedar penyejuk saat hati terasa kosong dan bosan. Aku tentu tak ingin menoleh masa lalu lagi, rasanya tak perlu membahas cinta tak terucapku yang dulu.

Menemukanmu. Aku merasa takut untuk jatuh terlalu dalam. Ternyata untuk masalah hati aku masih terlalu takut kecewa. Ini bukan perasaan sesaat, aku bisa merasakan perbedaannya. Aku takut terluka dan takut jika penyembuhnya hanyalah kau. Aku mengerti kalau aku tak ingin jatuh pada lubang yang sama.

Mengendalikan diri, aku berupaya untuk melakukannya. Sekuat tenaga supaya aku tak ber-imaji apapun tentangmu. Meski saat kau berada didekatku atau sedang bercanda. Jangan sampai perasaan ini tumbuh terlalu liar.

Mulai detik ini tak bisa ku tolak lagi, aku menyukaimu. Bukan hanya sebatas suka, tapi hati ini mulai terisi oleh cinta. Mencintai seseorang memang menyakitkan sekaligus menyenangkan. Ruangan yang kosong itu akan diisi oleh orang baru.

Seseorang dari setahun kemarin telah berganti. Masa lalu sudah benar-benar terlupakan, aku menyambut perasaan baru. Kau datang dan tak sengaja mengisi hari-hariku. Membuatku tersenyum dan berbahagia. Hati yang kosong terisi perlahan.

Semakin tak terkendali, aku selalu ingin tahu tentangmu. Apa yang kau lakukan, yang kau sukai dan adakah seseorang yang mengisi ruanganmu. Pernahkah sedikit saja aku berada di ruangan itu? Atau memang ada orang lain? Segalanya semakin tak terkondisi, perasaan ini terlampau menggebu.

Dan aku jatuh pada lubang yang sama seperti keledai. Kembali memiliki perasaan yang tak terucap karena terpaksa untuk menyimpannya saja. Barangkali bagi cinta, aku bukanlah pemeran utamanya. Anggap saja aku hanya pemeran pendukung, antagonis atau figuran. Hanya berada diantara kisah seseorang kemudian dilupakan. Terluka, dan tak tersorot.

Pada akhirnya di satu tahun ke depan nanti, kau hanya menjadi satu tahun kemarin. Sesuatu yang akan kulupakan dan akan kutemui yang lain.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: