Dianaira

Petrichor

AMYGDALA

Sesuatu itu meski telah punah, masih tersimpan di palung emosi
Terkadang memaksa untuk disadari
oleh indera-indera yang masih kau punya
Tak sengaja menangis, atau mendengar yang tak mau kau dengar
Selalu mencari celah saat lengah

Dan takutmu adalah tamengmu
Hindari apa yang mesti dihindari
Halau jika benar-benar mengganggu

Mereka berada tepat di dalam kepala
Meski terletak di kepala, rasa sakit selalu tepat berada di jantungmu
Seakan ditikam, ditusuk lalu membuatmu sesak
Di pelupuk mata lautan pun tumpah

Yang ingin kau lupa adalah yang selalu kau ingat
Ku rasa ilusi bisa jadi penawar
Juga mimpi liarmu yang bagai ranting pohon yang menjalar segala arah

Di dalam kepala
Meski telah punah, rasa itu masih mengendap
Kalau tidak percaya aduk saja!
Semuanya terhubung pada indera yang kau punya.

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: