Dianaira

Petrichor

Androgyny Feminism in “ NAMAKU MATA HARI” by Remy Sylado: Man Write about Woman

“ Namaku Mata Hari ” is a novel that made by Remy Sylado which published on 2011. Actually, this fiction novel is based on the true story whose named Mata hari “ Margaretha Geertruida Zelle”. She is double agent for German and French in World War I at the end of nineteenth century. She worked as exotic dancer and prostitute while performing her duties. At the end she got the execution for treason of Germany that addressed to her with shoot way.
Interesting, the novel is made by man and the main character is a woman. Of course, the power of feminism will appear in this novel. But how Remy creates this real character ( Mata Hari) with his man mind to figure out of Mata Hari’s mind as woman, even he is a man?
The terminology to show the same role of masculinity and feminine called androgyny, as Plato revealed that the original human being was a hermaphrodite. The original person was two halves, one male, one female. Then these got separated. That’s why everybody’s always searching for their other half. Except for us. We’ve got both halves already( in Hargreaves: 2005). Remy tries to applied it in his novel “ Namaku Mata Hari”. But actually this technique also cause the problem about feminism, again man put his perception about woman.
Showalter explained in her essays that the woman as the reader makes woman perception about themselves to be misunderstanding, its impact of imagery man about woman. Woman claimed as literature consumer and man as creator. In this case, Remy put his perception about Mata Hari who is worked as erotic dancer. Vulgarly, Remy wrote about Mata Hari’s mind that’s something impossible to say as woman “ Ibuku wafat ketika aku berusia 14 tahun, bersamaan dengan saat-saat getaran badani mendambakan lelaki dalam imajinasi wortel dan kentang.” (19)…. “Dia menjulurkan lidahnya ke mulutku, dan aku merespon secara otomatis mengulum lidahnya itu… aku menikmati permainan burung merpati ini dengan gairah yang masyuk.” (24)
I assumed this excerption is man’s side of Remy. Actually a woman has sexual desire that different with a man. Man frontally says what in his mind, but woman not like that even Mata Hari is prostitute. I revealed this is sides of masculinity that is created by Remy Sylado to construct a woman. He created Mata Hari as his perception, he tries to figure out Mata Hari as prostitute with using vulgar words. Mata Hari is also imagined by Remy as stubborn woman and dependable like a man but cannot live without sex.
In this novel Remy also seemed exploit part of body and sexuality of Mata Hari “ Cremer selalu mencuri-curi pandang di tengah gelap malam yang diterangi obor-obor melihat payudaraku.” (100) …” Tahu-tahu dia telah membuka bajuku, dan mencium payudaraku… kemudian dia mendorong aku ke ranjang, dan di situ sambil terus mencium, dia copot semua kain di badanku. Gerakannya cepat sekali. Begitu juga, gerakannya dia mencopot pakaian-pakainnya atas dan bawah, sampai akhirnya kami sama-sama seperti dua ekor swike yang baru dikuliti, siap menarikan tarian ajaib dengan irama suka-suka. Artinya, memang kemungkinan-kemungkinan yang aku pikirkan itu, kini benar-benar terjadi…” (212-213) “ di hotel ini kami menginap tiga hari dan tak lupa saban malam senggama” (215) “ dengan goyang pinggul dan payudara yang sangat erotik.”(216). Remy exploit of sexuality of Mata Hari and make her become an object of satisfication of man’s lustful. But in this novel Remy creates Mata Hari as someone who can snare men with her body, beauty, and erotic dance.
Cixous says in the laugh of the medusa that for men, woman is an abyss which could omitted man (penis) which is symbolized by Medusa ( beautiful woman who cursed by Athena become woman whom her head full of snakes. Everybody who stare in her eyes woul be petrified) “Men have committed the greatest crime against women. Insidiously, violently, they have led them to hate women, to be their own enemies, to mobilize their immense strength against themselves, to be the executants of their virile needs. They have made for women an antinarcissism! Anarcissism which loves itself only to be loved for what women haven’t got! They have constructed the infamous logic of antilove”. This is imagined by Remy Sylado, even actually Mata Hari is an object of men she has controlled about who that she will tricked. Man have no controlled when met Mata Hari and paralyzed by her.
Sex for life became the main theme in novel “ Namaku Mata Hari”, she is the symbolism of woman that is constructed by man ( Remy Sylado). In this novel Mata Hari created as woman who could elude men and make them to be depend on her. This happened to government of French and German. They were so abided to Mata Hari and made her to be an agent to spy French (to German) and German ( to French). She is like a snake who has forked tongue, she used her sexuality to tricked men and knew their secret. Finally, men felt cheated and executed Mata Hari similar with Medusa in Greek Mythology beheaded by hero Perseus. “ Saya bukan penghianat… tolong. Jangan siksa saya. Saya hanya seorang manusia perempuan yang lemah…” (528) … “ “baik” kataku sambil mengangkang, menyingkap rokku. “yang didapatkan Von Kalle dari saya , ini, vagina saya, dan yang saya dapat dari dia, penisnya. Puas?”” (528)
“ Pendusta” (528). Finally man claimed her as a liar and traitor. Actually, man realized that Mata Hari is a poison that disturb the stability of state. So, she must be perished and executed. But once again Remy put his Masculinity in Mata Hari caharacter, she didn’t afraid of the consequent that should she face. “ Sudah selesai tuan-tuan. Silahkan tembak. Saya sudah memilih mati dengan cara betina seperti ini. Terimakasih, Tuhan” (559).
Androgyny showed by Remy to enter feminine world as Mata Hari, but of course he also cannot separated his masculinity because he is man. It caused sometimes Mata Hari looks like a man who independent, idealist, frontal and says vulgarly. In one sides she is a woman that constructed by man whom exploit her body and beauty to tricked men, sometimes she cries, feel in love, and sometimes she becomes a real mom.
Remy Sylado established Mata Hari with his perception about woman, erotic dancer and prostitute. This maybe different from real character of Mata Hari’s mind. Because man and woman are different. This novel maybe different if it is wrote by woman. Mata Hari is possible become dependent and has mysterious’mind. But again when woman writes woman (feminine writing) about something lability, emotional and illogical story. Isn’t also construct by a man?
If it’s yes, it is good when Remy Sylado put Mata Hari as independent woman and vulgarly. Maybe, woman also has to do something like Remy did. To be Woman even he is a man, and woman become a man even she is woman, to construct they perception abou men and women.
References
Cixous, Helene. 1976. Chicago Journals :The Laugh of The Medusa. Chicago : The University of Chicago Press.
Benstock, Shari; Suzanne Ferish; Sussanne Woods.2002. A Handbook of Literary Feminism Elaine Showalter “ Towards a Feminist Poetics. Oxford: Oxford University Press.
Hargreaves, Tracy.2005. Androgyny in Modern Literature. New York : Palgrave Macmillan.
Sylado, Remy.2011. Namaku Mata Hari. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Rasa Setahun Kemarin

Setahun kemarin, aku masih menyukainya. Saat harapan masih mengayuh dan gerumulan perasaan yang kusimpan mencandu imaji. 365 hari yang lalu aku masih bermain dengan perasaanku sendiri hingga punggunya dapat kuraih.12 bulan kemarin bukanlah hal mudah untuk menghindari rasa sakit yang menyenangkan ini. 48 minggu yang lalu ruang hati masih terbuka lebar dan hanya ia yang dapat mengisi.

Tentu saja ini bukan kisah cinta terpendam selama setahun. Ini adalah kisah rasa jenuh karena memendam perasaan terlalu lama. Bukan mundur, karena aku tak pernah berucap maju. Ini adalah tentang rasa JENUH yang akhirnya terucap dari hati. Sesekali penyesalan datang meski akhirnya harus ku ikhlaskan. Ahh! Mengapa aku harus menyukainya?

Lagu-lagu cinta yang selalu kuperuntukkan untuknya kini terasa hambar. Tak ada lagi guratan perasaan yang tersisa, selain sebuah rasa penerimaan dan kata ‘menyerah’. Mungkin tuhan tidak menggariskannya untukku. Lantas, untuk apa aku menghabiskan waktu?

Dan akhirnya aku melepaskannya. Melepas segala hasrat dan imaji. Berbahagia saat ia bersama yang lain, klise memang. Tapi, itulah yang pantas aku ucapkan untuk menguatkan hati. Hingga akhirnya ruang hati ini terasa kosong dan siap untuk diisi. Aku siap jatuh cinta lagi.

Aku siap untuk jatuh cinta lagi. Sungguh merindukan kata ajaib itu. Saat hati terisi oleh berjuta perasaan tak menentu dan lagi-lagi bermain dengan perasaan sendiri. Aku merindukannya, tapi bukan dengan’nya’ melainkan orang baru—yang barangkali adalah—orang yang tepat.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menemukan cinta. Pada kenyataannya kata ‘itu’ bukanlah sesuatu yang gampang untuk dirasakan, yah bisa dibilang cinta memang butuh waktu. Perasaan sesaatpun datang silih berganti, untuk sekedar penyejuk saat hati terasa kosong dan bosan. Aku tentu tak ingin menoleh masa lalu lagi, rasanya tak perlu membahas cinta tak terucapku yang dulu.

Menemukanmu. Aku merasa takut untuk jatuh terlalu dalam. Ternyata untuk masalah hati aku masih terlalu takut kecewa. Ini bukan perasaan sesaat, aku bisa merasakan perbedaannya. Aku takut terluka dan takut jika penyembuhnya hanyalah kau. Aku mengerti kalau aku tak ingin jatuh pada lubang yang sama.

Mengendalikan diri, aku berupaya untuk melakukannya. Sekuat tenaga supaya aku tak ber-imaji apapun tentangmu. Meski saat kau berada didekatku atau sedang bercanda. Jangan sampai perasaan ini tumbuh terlalu liar.

Mulai detik ini tak bisa ku tolak lagi, aku menyukaimu. Bukan hanya sebatas suka, tapi hati ini mulai terisi oleh cinta. Mencintai seseorang memang menyakitkan sekaligus menyenangkan. Ruangan yang kosong itu akan diisi oleh orang baru.

Seseorang dari setahun kemarin telah berganti. Masa lalu sudah benar-benar terlupakan, aku menyambut perasaan baru. Kau datang dan tak sengaja mengisi hari-hariku. Membuatku tersenyum dan berbahagia. Hati yang kosong terisi perlahan.

Semakin tak terkendali, aku selalu ingin tahu tentangmu. Apa yang kau lakukan, yang kau sukai dan adakah seseorang yang mengisi ruanganmu. Pernahkah sedikit saja aku berada di ruangan itu? Atau memang ada orang lain? Segalanya semakin tak terkondisi, perasaan ini terlampau menggebu.

Dan aku jatuh pada lubang yang sama seperti keledai. Kembali memiliki perasaan yang tak terucap karena terpaksa untuk menyimpannya saja. Barangkali bagi cinta, aku bukanlah pemeran utamanya. Anggap saja aku hanya pemeran pendukung, antagonis atau figuran. Hanya berada diantara kisah seseorang kemudian dilupakan. Terluka, dan tak tersorot.

Pada akhirnya di satu tahun ke depan nanti, kau hanya menjadi satu tahun kemarin. Sesuatu yang akan kulupakan dan akan kutemui yang lain.

Taylor Swift : 1989

taylor-swift-1989-album-cover1

Emang agak telat sih buat ngebahas album terbaru Taylor Swift yang udah rilis di Tanggal 27 Oktober tahun lalu. Tapi nggak ada salahnya kan buat nge-review album dengan titled 1989 ini. Yeay! Taylor Swift membuat gebrakan dengan keluar dari genre-nya terdahulu yaitu pop-country. Sekarang Taylor udah jadi pure pop –singer. Menyedihkan sih bagi gue, karena gue suka TS dari gaya musiknya yang simple tapi unik.

Sebelumnya gue ngerasa kecewa berat sama cewe kelahiran tahun 1989 ini. Soalnya kok dia berani-beraninya keluar dari genre album yang udah membesarkan namanya. “ Nggak idealis banget sih ini anak” bathin gue terus ngedumel  kaya gitu, sampai lagu Shake it Off rilis yang didahului oleh clues tentang album barunya.

Lagu Shake it Off yang memang easy listening dan bisa membuat hati orang merasa gembira langsung menggebrak tangga lagu dunia.  Apalagi setelah ngeliat TS no make up sama sekali, bagi gue hal itu patut diacungi jempol. Tapi ternyata hal itu masih belum cukup , I want more Swift!! Masih ada sesuatu yang kurang, mungkin karena gue merasa kehilangan sosok Swift yang dulu.

Album Swift yang sekarang emang bergaya ala 80-an. Itulah yang unik dari swift sekarang, tapi tetap aja gue masih ngerasa ada yang kurang. Sampai beberapa minggu kemudian lagu Blank Space pun rilis bersama music videonya yang super keren. Akhirnya gue melihat sisi Swift yang lain. Aktingnya keren, ceritanya maknyus ah! the best Swift’s MV deh Blank Space itu.

Akhirnya gue jatuh cinta lagi sama Taylor Swift, apalagi sama rambutnya yang pendek itu. Shake it Off dan Blank Space berhasil menggebrak dunia permusikan. Dilanjut dengan lagu Style yang barangkali merujuk pada mantannya Harry Style. Clipnya bisa nyamain Blank Space, akhirnya gue merasa puas pada sosok Swift yang baru.

Sayangnya,  gue nggak akan nemu lagu gaya Swift yang dulu. Yang melow dan bikin galau, di album 1989 ini banyak diisi sama lagu-lagu upbeat, elektro, dan gaya disco 80-an walaupun isi lagunya juga bikin galau. Tapi semuanya dibawa happy.

Kalau track yang paling gue suka sih ada Blank Space, New Romantics dan I know Places. Khususnya buat track New Romantics kerasa  banget gaya 80-annya inilah alasan kenapa album Swift yang terbaru ini worth it banget buat didengar sama pecinta musik.

A Million Moment of KKM

DSC06989

KKM ( Kuliah Kerja Nyata- Mahasiswa) menyimpan berjuta kenangan. Mungkin ini adalah salah satu hal yang nggak akan dilupakan seumur hidup gue. Nggak akan pernah nyangka kalau segala hal akan terjadi hanya dalam waktu 30 hari, dari senang –sedih kasmaran sampai patah hati udah pernah gue alamin hahaha.

Asmara menjadi hal yang paling menarik untuk dibahas. Ya, mungkin karena sering ketemu sama orang itu-itu aja, benih-benih cinta muncul dengan sendirinya, termasuk dengan diri gue yang lugu ini (jika mau muntah silahkan). Yah, yang namanya ngeceng semua orang juga pasti pernah ngalamin.

Dan “ ciee… ciiee..” adalah kata yang paling sering digunakan ketika terjadi moment yang romantis, so sweet, atau hanya sekedar bercandaan doang. “ Ciee” akan terus berkumandang sampai si target mesem-mesem sendiri, salah tingkah dan wajahnya memerah merona membabi buta. Kalau kata ciie nggak berhasil maka terlontarlah kata “mmmmm…” hingga si target kehabisan kata-kata.

Cinta segi-segi-an juga terjadi dalam kehidupan KKM. Ada yang cinta segitiga sama sisi, segitiga sembarang, segilima dan segi nggak beraturan barangkali juga terjadi. Menurut curhat-curhatan yang gue tangkap sih, selalu ada kejadian dimana si A suka sama si B, si B suka sama si C, si C suka sama si D ya gitu lah kaya cinta tak berujung gitu. Tapi ada juga yang sama-sama suka tapi apa daya sama-sama memiliki kekasih hehehe(ciiiie…). Nah, kalau gue sih cinta bertepuk sebelah tangan hahaha ya udah sih ga usah dibahas, toh gue cuma basa-basi.

Selain kisah asmara KKM ini juga mengangkat cerita sosial. Nggak tahu kenapa, semenjak KKM perasaan gue jadi lebih peka sama orang lain. Tinggal di pedesaan mengajarkan gue untuk beramah-tamah terlebih lagi di tempat itu gue ngajar anak-anak di SD dan Madrasah Diniyah.

Madrasah Diniyah Al-Ikhlas adalah tempat yang paling berkesan bagi gue. Karena, anak-anaknya yang sedikit dan ngajarnya semau gue, jadi lebih enak dan intensif dalam mengajar. Di MD gue ngajar Bahasa Inggris, gue senang karena memiliki anak-anak yang antusias dalam belajar dan cerdas. Yah, walaupun agak bandel namanya juga bocah.

Let me introduce about my students (yeah sok Inggris bener gue). Pertama ada Maulana yang luar biasa oces dan teu daek cicing. Ariya yang pintar dan nulisnya acak-acakan, Selly ( satu-satunya cewe dikelas gue) yang pintar, Raihan yang logat Tasik-nya paling lucu, Kiki yang daya tangkapnya cepat walau agak jail, Ihsan yang paling sensitif  dan yang paling antusias kalau belajar Bhs. Ing, Gungun yang sering tunjuk tangan tapi kadang dia nggak tahu jawabannya apa, Apit yang pendiam. Dan nggak lupa pula sama anak-anak kelas satu dan tiga.

Di kelas tiga gue kenal Mukti yang kayanya bakal pi-ganteng-eun kalau udah gede, gue nggak akan lupa sama anak itu “teteh menunggumu dewasa nak” (lho?), Syakira yang item manis dan cerdas, Yudi yang suka mengumandangkan pengumuman, Kurniawan yang suka males-malesan dan Risa yang pendiam tapi pintar. Di kelas satu gue inget Vidi yang luar biasa maceuh, gumincir kaya belut, Andini yang tukang nge-les dan pintar ngomong, Mila yang hatinya mudah tersentuh dan masih banyak lagi tingkah anak-anak yang  kalau dijelaskan akan menghabiskan ratusan halaman(hah?). yang pasti KKM kali ini ngebuat gue belajar gimana cara memperlakukan anak kecil.

Kembali lagi ke berjuta kenangan KKM. Banyak banget hal yang nggak bakal gue lupa di Desa Kadipaten Kab. Tasikmalaya. Gue selalu ingat sama jargon-jargon populer yang dengan sukses terluncur dari bibir ke bibir. Dimulai dari “ Nehnik”, “ Keindahan”, “ Ngenah”, “OOOKAY”, sampai ke “ulala cetar membahana” lengkap dengan logat Syahrini. Gue juga akan berterimakasih pada kartu UNO yang berhasil memecah kebosanan yang melanda hati ini. “ Main UNO aja sampai bodoh” adalah hal yang paling sering dikatakan hehehe. Gue sih sebagai seorang pemenang hakiki juga pernah mengalami kekalahan dalam menjalani hiruk-pikuk permainan UNO ini (ngomong apa sih gue??!!).

Tak lupa pula ucapan terimakasih saya hantarkan pada gitar yang membuat kami nyanyi-nyanyi. Pada 2 toilet yang tiap shubuh selalu dipenuhi oleh riuhnya suara ketukan pintu “ Habis kamu akuu yaa.” “ Duh nggak kuat nih aku pingin e*”. AAARGH pokoknya berterimaksih pada semuanya, ibu warung, pada tv, pada sofa, pada jemuran, terimakasih pada lagu Taylor Swift, pada orang yang pernah ngendap-ngendap rumah(nambahin kenangan aja ente jang), pada kerudung( ingatlah pada kalimat “ ada cowo!!”), dan pada buang angin (kalo ini hanya orang tertentu yang tahu.).

Nggak akan ada habisnya deh kalau ngomongin KKM, yang mana ada 31 orang tinggal dalam dua rumah (1 rumah cewe, 1 lagi cowo). Ngebuat kami saling mengenal. Gue bersyukur karena ke tiga kelompok ini tinggal bersama, jadi nambah kenalan sih intinya hahaha. Ini dia ke 31 orang itu sekaligus kesan yang gue tangkap selama 30 hari.

Dimulai dari kelompok gue!!

Agus A.K.A Subragus Supratman                 : Ketua gue,garing abiis, kadang bijak kadang nggak, sok asik tapi yang paling  sensitif kalau ngomongin soal anak-anak.

Lutfi A.K.A Upil                                              : Lelaki idaman wanita, someone who always listening and understanding           (kaya asuransi). Ngerti banget gimana cara memperlakukan cewe. *UFC (Upil jangan berubah yaaa!!)

A’Iqbal A.K.A Bedul                                        : Urakan tapi ia adalah The Natural Leader , memiliki pemikiran yang “JERO”. *AIFC

Wahyu                                                           : Seorang PHP ulung hahaha. Cara ngomongnya lembut, pelan dan  medoknya itu lho.

Rere                                                              : Good speaker, penceramah sejati, calon istri sholehah (amiin).

Achy A.K.A Dechong                                      : Gokil, gumincir dan selalu ngebuat orang khawatir. Baik karena bawa mobil (hah?).

Raisa A.K.A Jaja                                             : Kakak tercintanya dechong, dewasa, baik tapi kadang sengklek juga sih, apik dan nggak banyak omong kalau kerja. Seseorang yang menciptakan kata bedul.

Fitri A.K.A teh Mpit                                           : Seorang teteh-teteh sejati yang dewasa, baik dan kreatif.buat dipeyuuuuk).

Inay  A.K.A Naysilla Mirdad, Lul                       : She has nice voice, galak dan gue suka sama gaya ketawanya.

Elis A.K.A Bu Elis                                              : cerewet, kadang suka polos, sigap dalam mengajar.

Next kelompok 101

Poppy                                                                   :  Temen sekelas gue yang suaranya paling sering diimitasi sama anak-      anak dan sensitif.

Nisa A.K.A Ica                                                      : Seseorang yang manggil gue Eca, supel, asik, temen bercanda gue.

Eci                                                                        : LUCUU.

Teh Noneng                                                         : Nyunda banget bahasanya, lembut orangnya.

Teh Elis                                                                : Calon istri idaman yang sholehan (amiin).

A’ Samsul A.K.A  A’ Sam                                      : “ The Dawn Superhero” selalu siap siaga kalau cewe manggil cowo         untuk bawa rice cooker. *ASFC

Allan                                                                      : Pria berwajah sangar hati Hello Kitty, punya ketawa yang unik nutup         mulut pakai tangan sambil merem dan geleng-geleng.

Ridwan                                                                   : Aa Boyband, te-teleponan terus.

Wahyudi                                                                : Cool Man, baik, orang yang pertama dateng ke posko cewe buat makan, lelaki paling wangi.

Asep                                                                       : Baik, supel, asik diajak bercanda walau kadang suka sensi dan kalo   mandi LAMA (menurut berbagai sumber) . *AFC

Kel 102

Pupung                                                                  : Temen sekelas gue yang berbaik hati untuk meminjamkan peralatannya pada diri yang lugu ini,  dimulai dari sandal,detergent, sikat sampai headset (makaaasih Upung).

Teh Mia                                                                  : Gue suka sama gayanya yang cuek dan sering pakai kaos  para aktivis.

Ema                                                                        : Humoris, lawak, lucu (sama aja sih artinya hahah)

Tria                                                                          : Junior gue yang masih gue pertanyakan keberadaanya kenapa smt 6 ikut KKM??! (hehehe) baik dan suka je-Jepangan.

Lidya                                                                        : Baik walau sorotan matanya itu membunuhku.

Wawan                                                                     : Lelaki yang menciptakan jargon “Nehnik”, “ Keindahan” dan “Ngenah”

Bang Ali                                                                    : Orang sebrang bermarga Nasution. Yang ga bisa berbahasa Sunda     dan memiliki logat bukan batak melainkan Bekasi ( iya nggak?! Sok tahu aja sih si gue mah 😦 ).

Dani                                                                         : Memiliki godeg yang ulala~

Rijal                                                                          : Good speaker, tahu gimana harus berperilaku, humoris dan suka          banget nge-bully orang.

Rusdan                                                                   : Orang Thailand yang menurut gue punya banyak fans (swadekap).

Eng ing eng dan yang terakhir adalah….

Pattrinesia Herdianaira                                           : Gue nggak pernah tahu sama arah hidupnya kemana, udah mah tiisan, cuek, nggak peka lagi, tapi asli dia itu Rock n Roll banget. Super duper keren lah, she’s  the one and only in the world man!!!, ngangenin banget(??????????&*&^%$#% –“).

Itulah kesan yang gue tangkap selama 30 hari bersama mereka. Gue nggak akan pernah lupa sama masa-masa itu. Sejuta kenangan akan selalu tersimpan dalam benak gue. Untungya otak ini bukan flashdisk yang bisa di format, karena gue ga akan pernah nge-format ingatan gue bersama mereka. KKM emang cuma terjadi sekali seumur hidup, tapi kesannya itu akan berbekas sampai gue ketemu jodoh dan punya anak nanti. Love U All.

Gue juga masih open member buat *UFC (Upil Fansclub), *ASFC (A’Sam Fansclub), *AFC (Asep Fansclub), *AIFC ( A’Iqbal Fansclub) karena anggotanya cuma itu-itu aja. 😥

Makasih Ya Allah karena telah mempertemukan kami.

Sejuta kenangan ini akan membekas sampai ke aliran darah.

Ampuni Aim Ya Allah.

 

Band itu Bernama “ARCTIC MONKEYS “

arcticmonkeys.pngArctic-Monkeys-770

Arctic Monkeys band asal Inggris yang beranggotakan: Alex Turner, Nick O’Malley, Matt Helders dan Jamie Cook ini berhasil mencuri hati saya. Berawal dari iseng muterin lagu band yang biasa disingkat AM ini saya merasa sangat familiar dengan musik mereka, Ya lagu mereka sering diputar oleh kakak saya dan membuat otak saya dengan spontan mengingatnya tanpa mengetahui nama band-nya.

Nama yang aneh, saya hanya bisa menggumam. Ketika band bernama aneh itu diputar saya langsung jatuh hati, apalagi ketika lagu-lagu andalannya seperti Mardy Bum, When The Sun Goes Down, Fluorenscent Adolenscent dll saya langsung mengingatnya (gue kan sering denger lagu ini -,-) kemudian saya langsung memutar lagu lainnya (saya menemukan banyak lagu Arctic Monkeys di laptop). Akhirnya saya benar-benar jatuh cinta.

Tanpa pernah tahu fisik dari anggota band-nya. Akhirnya melalui mbah Google saya mengetik nama Arctic Monkeys, kemudian munculah mereka. Ya, Alex Turner dkk. Ya, Alex Yurner, sekilas pandangan tentang lelaki ini. Perempuan mana yang tak terpesona dengan wajahnya, perempuan mana yang tak terpesona dengan stelan jaket kulitnya. Rasanya wajar bila saya mengaguminya mengingat saya hanyalah perempuan biasa yang tak mampu menahan godaan.

Kembali ke Arctic Monkeys, saya semakin menyukai musiknya. Petotan bass yang yahud ditambah petikan gitar yang oke membuat band pengusung aliran alternative ini terlihat sangat keren. Apalagi ketika saya lagi nge-fan banget sama band ini bersamaan dengan rilisnya album AM. Saya suka menjadi sangat suka.

Sayangnya, di Indonesia belum banyak yang orang yang kenal dengan band British yang awalnya Indie ini, seperti band Inggris lainnya seperti Coldplay dan Oasis . Atau mungkin sama seperti saya tau lagunya tapi tak tau penyanyinya. Namun, ada untungnya juga, saingan saya tak terlalu banyak untuk mendapatkan hati Alex Turner (hahaha ga mungkin).

Track favorit saya adalah Love Machine, Teddy Picker dan masih banyak lagi. Pokonya ga akan pernah nyesel deh kalau udah dengar musik buatan mereka :”))))

article-2418371-1BC09893000005DC-765_306x423

Senyumnyaaa :3

Bentang, I can’t Believe This!!!

Satu hal yang terlintas dalam pikiran saya ” I can’t believe this!!!”. Sebuah perjalanan rahasia untuk menggapai cita-cita dan saya benar-benar melakukannya. Awalnya agak ragu menjalankan misi rahasia ini, mengingat saya termasuk orang yang tak bisa berbohong di hadapan orang tua. Namun, kali ini saya percaya pada White Lies, kebohongan dengan tujuan yang baik ya, apalagi kalau bukan menggapai cita-cita saya sebagai seorang penulis.

Ada beberapa alasan mengapa saya tidak mengutarakan keinginan saya untuk ke Yogyakarta diantaranya: 1. Ayah saya yang overprotective 2. Saya ingin memakai uang sendiri 3. SENSASI!! 4. KEJUTAAN!!. Well, akhirnya ketika sampai di St. Kiara Condong saya tak hentinya bergumam ” I can’t believe this!! Mom, Dad I’ll really be fine.” ini adalah kali pertama saya naik kereta api (alay :”(( )

And I’m really fine God, setelah kurang lebih 9 jam berada di kereta kelas ekonomi yang lumayan nyaman itu (meski bangkunya terlalu tegak, hingga membuat saya sulit tertidur). Saya dan anak-anak Akademi Bercerita Bandung (komunitas yang belum lama ini saya ikuti) tiba dengan sentosa di St. Lempuyangan sekitar pukul 5 shubuh. Kemudian kami menuju mushola sebelah stasiun untuk solat.

Wisma Aisyah, titik pertama yang kami kunjungi setelah tiba di Yogyakarta, apalagi kalau untuk sekedar melepaskan lelah. Tempatnya sangat nyaman, pemiliknya juga sangat ramah. dan yang tidak saya sangka adalah, nasi dan air mineral sudah mereka siapkan selama kami tinggal. Bagi saya itu adalah pelayanan yang sangat memuaskan mengingat biaya inapnya yang murah.

Sampailah ke destinasi utama kami, yaitu Bentang Pustaka yang berada di JL. Plemburan No. 1, Pogung Lor. Kami harus mengalami perjalanan yang cukup ekstrem yaitu berjalan di pinggir jalan yang saya rasa tak ada trotoarnya, yang nampak hanyalah garis bahu yang begitu sempit ( seperti berjalan di jalan setapak), lantaran kami tak tahu jalan mana lagi yang bisa kami tempuh. Nyatanya, kami tiba di Bentang Pustaka sekitar pukul sebelas lebih 15 menit. Di saat itu kami bertemu seseorang yang biasa dipanggil mas Udin. Kemudian bertemu (lagi) dengan mas Imam, para editor : Ka Ika, Ka Dila dan Ka Noni.

Sekilas tentang mas Udin dan mas Imam entah mengapa saya mengira kalau mereka itu mirip atau mungkin kembar (??) mungkin karena efek kacamata dan dua-duanya yang sama-sama memiliki sifat humoris.Kemudian,  perhatian saya beralih pada editor di mulai dari Ka Dila yang bagi saya sangat Cute apalagi saat tertawa, kemudian ada kak Noni yang terlihat sangat serius dengan kacamatanya dan Ka Ika yang begitu cerdas, tegas dan kritis. Melihat ke-tiga editor ini membuat saya teringat pada kakak perempuan saya yang juga ber-profesi sebagai editor di sebuah penerbit buku, dalam benak saya bertanya  jangan-jangan kakak saya juga se-kritis mereka??

Presentasi naskah pun dilakukan di hari itu juga (red: Jumat). Presentatornya adalah : Gelar, Ira, Amel dan teh Ica. Walaupun hari itu saya tak kebagian untuk mempresentasikan Draft saya, tapi jujur saya juga ikutan deg-degan. kemudian hari Sabtu dilanjutkan dengan Kak Tria, Ega ( Akademi Bercerita Jogja), Saya, Kak Tia, kak Nanae, Kak Oeti dan kak Lela. Presentasi naskah di mulai dari jam 10 pagi sampai pukul 14.00. Semua pun akhirnya selesai menjalankan misi bersama untuk menjual naskah masing-masing kepada para editor.

Setelah dari Bentang kami melakukan perjalanan lagi dengan menyewa sebuah mobil. Kami ber-8 (minus kapten dan Amel) mengelilingi Jogja dan singgah di Candi Ratu Boko. Yups, tujuannya untuk melihat sunset di sana. Pertama kali saya berada di Ratu Boko, mengingat saat ke Yogyakarta beberapa waktu yang lalu Candi Ratu Boko tak ada di daftar destinasi saya. Adalah puing-puing Candi yang begitu menakjubkan, saya merasa sedang berada di Roma (ga tau kenapa malah mikir ke sana) kemudian khayalan saya melayang bila saya hidup di zaman kejayaan Candi ini. Hidup tanpa listrik, tanpa gadget , menyatu dengan alam AAARRGGH apakah saya bisa melewati semua ini?!! ( red: abaikan).

Hari ketiga di Bentang Pustaka, kami bertemu dengan pemilik nama Salman Faridi CEO dari Bentang Pustaka, setelannya asik (bergaya anak muda) sempat saya berpikir kalau beliau itu….. ahh sudahlah lupakan. Mas Salman berbagi cerita kepada kami tentang dunia penerbitan. Banyak ilmu yang bisa kami dapatkan, impian saya: saya bisa bergabung dengan kalian.

Setelah berbagi ilmu dengan mas Salman, kami kembali ke Wisma Aisyah untuk packing. hal yang membuat saya terenyuh ketika ibu pemilik Wisma mengajak kami berfoto bersama (berasa artis) dan setelah itu statusnya berucap ” Makasih romb. penulis muda Bdg.. (amiin). Meninggalkan Wisma Aisyah kami berbelanja oleh-oleh dan sekitar pukul lima sore kami tiba di stasiun Lempuyangan. Untuk kembali ke tanah tercinta Bandung.

Sebuah perjalan untuk meraih impian masih kami tempuh, pada akhirnya ketika tiba di Bandung dengan selamat, sentosa sejahtera dan tak ada satu yang kurang pun saya berpikir kalau cita-cita memang harus diperjuangkan. Bila sudah yakin dengan cita-citamu yang harus kamu lakukan adalah fokus, tak perduli seberapa ratus kali kamu terjatuh haruslah bangkit lagi. Dan saya benar-benar melakukannya untuk meraih impian saya, dulu saya memang agak ragu pada cita-cita saya ini, mengingat masih jarang ada yang menjadikan penulis sebagai impian utamanya (ambisi) tapi faktanya orang bisa sukses dalam bidang apapun bila ia fokus terhadap tujuannya dan akan sangat menyenangkan bila profesi berawal dari hobby.

Saya jadi ingat akan puisi yang saya pelajari di kampus karya Robert Frost berjudul The Road Not Taken. Saya mengambil jalan berbeda dari orang kebanyakan ketika orang-orang memilih untuk menjadi scientist, dokter dan sebagainya saya memilih menjadi penulis yang jarang orang tapaki ” I took the one less traveled by, And that has made all the difference.” Apalagi saya berkuliah di jurusan sastra ketika orang-orang semakin melupakan sastra, mungkin saya memang harus berada di jalur ini.

Dan semoga benar-benar ada KEJUTAAN untuk orang tua saya, ketika nama saya terpampang di sebuah buku sebagai penulisnya. (CEEEILEEE!!!)

IMG-20140922-WA0007

(tengah) mas Salman  bersama (dari kiri) Gelar, Ka Ica, Ka Tia, Ka Oeti, Ka Lela, Amel, Ira, Kapten Ariel, Ka Tria, Saya, dan Ka Nanae.

IMG-20140922-WA0004

Thanks to Wisma Aisyah

IMG-20140920-WA0006

(kiri) Gelar, Mas Udin, Mas Imam, Kak Tria, Saya, Kak Nanae, Kak Lela, Kak Tia, Kak Ika, Amel, Ka Ica, Ira.

IMG-20140918-WA0007

Kereta Api Kelas ekonomi yang nyaman.

Pict2393

Sebuah misi rahasia.

Saya INFP!

Bar181430_168694343290429_1151190486_nu beberapa hari lalu saya melihat tweet dari sebuah akun yang membahas kepribadian, saya langsung tertarik untuk mengetes kepribadian sendiri. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba tes temperamen dan hasilnya adalah koleris ( Pemimpin, keras kepala). Namun ada yang berbeda dari test temperamen yang dulu pernah saya coba, kepribadian yang saya baca disebuah akun twitter tersebut menunjukkan singkatan-singkatan yang tidak saya mengerti misalnya INTJ, INTP dll. Akhirnya saya mencari tahu pada mbah google dan saya menemukan MBTI Personality.

MBTI personality adalah singkatan dari Myers-Brigg Type Indicator yang menjelaskan bahwa kepribadia memiliki 16 karakteristik. Nah, diantaranya INFP yang menjadi jenis kepribadian saya. INFP adalah singkatan dari I= Introvert N= iNtutition F= Feeling dan P= Perceiving. Katanya INFP itu adalah orang yang idealis dan pemimpi.

Awalnya saya agak kaget saat melihat hasilnya. Ah masa sih? lagi pula saya bukanlah salah satu orang yang perasa alias sensitif. Tapi setelah saya baca lagi ternyata ada yang memang cocok dari diri saya. Menurut hasil tes, INFP itu cocok untuk menjadi penulis, jurnalis dan peneliti. Saya ingat betul kalau pas kecil saya pernah bercita-cita untuk menjadi Scientist, nah pas udah gede saya emang bercita-cita jadi penulis dan jurnalis. Lumayan nyambunglah.

Saya adalah pengagum musik-musiknya Radiohead dan ternyata si om Thom Yorke berasal dari INFP dan yang ga disangka lagi ternyata orang-orang yang saya kagumi memang berasal dari INFP. Seperti Putri Diana, JK. Rowling juga Johnny Depp. Kalo dalam tokoh fiksi yang mencerminkan diri saya di buku karangan JK. Rowling yang berjudul Harry Potter adalah Luna Lovegood. Waktu zaman alay dulu, nama Facebook saya adalah Dianaira Lovegood. Karena saya emang suka sama karakter Luna yang aneh dan juga namanya yang unyu.

Dan mungkin itu memang pencerminan diri saya, karena semakin lama saya merasa cocok dengan sandangan INFP si pemimpi. Lagipula saya sangat tertarik di bidang bahasa dan sastra dan emang tipikal orang yang suka bermimpi. Tapi, katanya (lagi) INFP itu salah satu orang yang religius dan mudah depresi. Saya mikir lagi, kalo religius kayanya biasa aja deh apalagi depresi karena saya orangnya cuek. Selepas dari hal-hal itu saya bisa menerima kalo saya memang INFP.

Orang INFP itu Nerd, weird, freak. Pokoknya anehlah (anti-mainstream), saya sadar saya orangnya emang aneh –” ” But I’m a creep I’m a weirdo” kata Radiohead and it was holy sh*t, Creep adalah lagu kebangsaan saya. INFP juga individualis, emang saya banget itu, saya ga suka berada di tempat yang terlalu rame.

Kalo dibandingkan dengan tipe temperamen emang agak berbanding terbalik yang saya tahu Koleris adalah orang yang emosian, berjiwa pemimpin dan keras kepala. Kalo INFP lebih perasa, mungkin saya itu kombinasi dari sifat Koleris dan INFP. Selepas dari semua itu saya suka dengan keunikan diri saya sebagai seorang pemimpi idealis dan koleris. Setiap orang memiliki keunikan sendiri, maka dari itu ketahui kepribadianmu!!

(500) Days of Summer

Some people are meant to fall in love with each other.

But not meant to be together. -(500) Days of Summer.

TFIOS

That’s the thing about pain.

It demands to be felt. – John Green, TFIOS-

The Fault in Our Stars

You say you’re not special because the world doesn’t know about you, but that’s an insult to me. I know about you. – John Green-

Post Navigation