Dianaira

Petrichor

Archive for the tag “Indie”

Everything you’ve Come to Expect from TLSP

shadow-art

Saya hampir saja  tidak menyangka kalau mereka benar-benar kembali.  Side project  antara vokalis Arctic Monkeys dan Miles Kane, James Ford serta Zach Dawes hadir lagi dengan album ke duanya, setelah pada tahun 2008 sukses merilis album bertajuk The Age of the Understatement. The Last Shadows Puppets merilis album terbarunya yang berjudul Everything You’ve Come to Expect pada awal April 2016.

Jujur pada awal mula kemunculan TLSP, saya tak terlalu menyukai lagu-lagu mereka apalagi pada album The Age of the  Understatement. Mungkin karena jiwa Arctic Monkeys telah begitu melekat pada sang vokalis Alexander David Turner and you have to face the truth that you  wouldn’t found any Arctic Monkeys style at The Last Shadows Puppets. Saya pun tidak menerima, mengapa mereka malah terlihat seperti pasangan homoseksual (okay kali ini mungkin saya memang cemburu) yang saling membutuhkan. Well, forget about that two persons, we talk about their music.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya pun mulai menikmati ke-khasan gaya bermusik The Last Shadow Puppets yang lebih ballad dan yah pokonya berbeda dengan AM. Dan disitulah saya pun akhirnya menyadari bahwa AM dan TLSP adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Mereka memiliki jiwa masing-masing, sayapun tak akan setuju bila TLSP membawakan lagu AM begitu sebaliknya.

Berujung pada peng-ikhlasan ini, album Everything You’ve Come to Expect saya dengar dengan pengharapan akan lebih bagus dari album sebelumnya. Everything You’ve Come to Expect masih memajang model perempuan sebagai cover album, sama pada albumnya yang pertama meski dengan gaya dan pastinya perempuan yang berbeda. Sampai detik ini saya tak mengerti mengapa TLSP memilih perempuan sebagai cover di dua albumnya (padahal neng aja yang jadi modelnya bang 😥 ).

Sebelum perilisan album, Bad habits muncul sebagai single pertama sekaligus dengan Music video-nya. Meski begitu, saya belum merasakan kegeregetan dalam album ini. Semuanya terpecahkan ketika saya mendengarkan Everything you’ve come to Expect dan Aviation yang rilis secara berdempetan.

Music Video-nya pun cukup menarik, sebuah cerita yang berlanjut pada dua single berbeda. Dimulai dengan lagu Everything You’ve Come to expect dengan setting di pinggir pantai. Alex Turner dan Miles Kane terkubur hingga sebatas leher dan ada seorang perempuan yang menari-nari di sekitar mereka. Sepanjang lagu tersebut tidak ditemukan apa alasannya hingga mereka  sampai berada di tempat tersebut. Namun segala pertanyaan itu terjawabkan pada music video selanjutnya yang berjudul Aviation. Dengan bergaya ala mafia-mafia Sisilia, sebuah kisah dimulai dari track tersebut dengan plot flashback (kalau penasaran tonton saja). Ditambah dengan aksi Miles Kane yang sangat menakjubkan dalam video musik tersebut, membuat saya melongo.

Bagi saya kedua lagu tersebut adalah lagu yang paling keren untuk didengar dalam album ini. Meski banyak ditemukan lirik-lirik yang tidak mudah dipahami seperti : Gloomy Conga, Sectoral Heterochromia, Annalise’s Dulcet songs, The Colourama in your eyes Apocalytic lipstick campaign, dll saya tetap bisa merasakan tiap bait yang menyentuh dengan begitu lembut.

Jika dalam track Everything You’ve Come to Expect terkesan begitu seksi, lembut dan indah serta kaya akan majas. Dalam track Aviation akan ditemukan sebuah kegelisahan yang barangkali tak mampu dipahami dengan sekilas pendengaran sehingga membuat kita penasaran mengenai maksud dari lagu ini. Karena saya merasa tak ada korelasinya antara judul lagu Aviation dan isinya (that’s just my opinion).

Di track-track yang lainnya pun akan terasa sangat hype khususnya  dalam lagu Miracle Aligner. Akhirnya, kita akan menemukan sisi lain dari Alex Turner yang selain bisa akting (di MV Aviation) juga bisa dance. Mungkin kalau Miles Kane sudah terbiasa, tapi kalau bang Alex yang terkenal lebih pemalu, kalem nggak banyak aneh-aneh walau sempat mengubah image menjadi lelaki sengak, sungguh luar biasa.

Ada pula Pattern dan Dracula Teeth yang enak didengar selagi melamun atau bersantai ria karena ritme dan temponya yang santai tapi tetap mengena. Saya pun menyukai kedua track ini, apalagi Dracula Teeth yang durasi lagu yang lebih pendek bila dibandingkan yang lainnya.

Keseluruhan dari album yang memiliki 12 track ini, diisi oleh 6 track berikutnya seperti: The Dream Synopsis, The Bourne Identity, Used To be My Girl, Sweet Dreams TN, The Element of Surprise dan She Does The Woods. Membuat kita ingin terus mendengarkannya bagai candu bagi kamu yang memang menyukai jenis musik yang agak sulit dipahami.

Band TLSP yang memilih jalur indie ini semakin melebarkan sayapnya dengan rutin tampil diberbagai acara-acara musik, dengan harapan side project mereka akan terus berlanjut hingga album ke-3, ke-4, ke-5 dan seterusnya.

Say Hi to CHVRCHES

Chvrches_undertheradar_ExteriorBack to Indie corner, Back to female vocalists! Kali ini gue mau membahas sebuah band Indie aliran electronic, synthpop yang bernama CHVRCHES. Band asal Glasgow, Skotlandia ini terbentuk pada tahun 2011 dan beranggotakan Lauren Mayberry (vocals), Iain Cook (synthesisers, guitar, bass, vocals), dan Martin Doherty (synthesisers, samplers, vocals). Chvrches sendiri sudah merilis satu album di tahun 2013 dengan judul The Bones of What You Believe dengan 12 singles plus 2 bonus tracks didalamnya.
Single yang pertama kali gue dengar dari Chvrhes ini adalah The Mother We Share, tapi yang sangat berkesan dan membuat gue jadi suka sama band asal UK ini pas waktu Lauren Mayberry dkk meng-cover lagu Do I Wanna Know-nya Arctic Monkeys. Berhubung gue suka banget sama AM, gue mendapat kesan baru tentang lagu Do I Wanna versi Chvrches.
Suara Mayberry yang menurut gue khas dan unik, berhasil merubah versi asli lagu Do I Wanna Know yang kesannya maskulin banget jadi lebih feminine dan easy listening. Dengan alunan musik elektronik, lagu Do I Wanna Know yang kental banget dengan suara Alex Turner dan alunan gitarnya berubah total tanpa menghilangkan ke-orisinalitasan lagunya. Gue sempat mengulang-ulang lagu Do I Wanna Know Chvrches cover version dan akhirnya berlanjut untuk mendengar lagu Chvrches yang lain.
Recover adalah lagu ke-tiga yang gue dengar dari Chvrches. Dari awal gue selalu merasa kalau suara khas Lauren Mayberry ini disebabkan oleh usia Lauren yang masih belia (faktor wajahnya yang lucu) dan apalagi kalau diperhatikan postur badannya bisa dibilang kecil untuk ukuran bule. Tapi ternyata gue salah besar Lauren Mayberry tahun ini akan berusia 28 tahun hahaha. Back to the their music, gue jadi makin tertarik sama band yang satu ini. Apalagi pas gue tahu kalau Chvrches sempat dinominasikan dalam kategori British Breakthrough Act di ajang Brit Award 2015. Meski tidak berhasil mendapat penghargaan, menurut gue ini adalah prestasi yang sukses buat band pendatang baru.
Alasan lainnya gue tertarik sama Chvrches. Adalah genre musik yang sangat masa kini, tapi bukan berarti mainstream. Seperti yang kita tahu aliran elektronik dan synthpop/rock memang sedang berkembang pesat di dunia permusikan. Dan Chvrches sebagai band Indie worth it banget buat dijadikan referensi bermusik.

maxresdefault
The Bones of What You Believe – Chvrches:
1. The Mother We Share
2. We Sink
3. Gun
4. Tether
5. Lies
6. Under The Tide
7. Recover
8. Night Sky
9. Science, Fiction
10. Lungs
11. By The Throat
12. You Caught The Light
Bonus Track:
1. Strong Hand
2. The Mother We Share (Errors Remix)

Post Navigation