Dianaira

Petrichor

Archive for the tag “#RakCeritaDotCom”

Mereka Datang dan Menjelma Aku

Kamu dikalahkan oleh peran yang kamu ciptakan sendiri. Kata-kata itu masih sangat terngiang dikepalaku, Dirga berulang kali mengatakan hal itu. Aku hanya bisa menelan ludah atas semua hal yang telah aku lakukan, ‘aku sudah tidak mengenalmu’. Aku tak pernah bisa melupakan semua kalimat yang terucap dari bibirnya itu, kalimat itu adalah hal terakhir yang aku dengar sampai hari ini.

Di sebuah ruangan pengap ini aku terbaring. Ruangan ini sangat bau, maklum aku tak begitu suka dengan aroma khas obat-obatan. Sudah seminggu aku berada di tempat ini dengan sebuah alat bernama Elektrokardiagram yang bertugas mendeteksi denyut jantungku serta berbagai alat suntik, infus dan opname sebagai alat untuk bernafas. Aku melihat diriku yang terbaring itu, sejenak aku berpikir keras untuk kembali pada tubuh yang lemah itu. Aku perhatikan tiap bagian tubuhnya, hingga ke pergelangannya yang memiliki bekas sayatan.

Aku tak bisa mengingat atas apa yang telah aku lakukan pada tubuhku yang malang itu hingga akhirnya Dirga datang dan menjenguk. Aku tak bisa mendengar apa yang ia katakan—mungkin karena kami berbeda dimensi—aku hanya bisa memperhatikan gerak-geriknya yang penuh kesedihan itu.

Berulang kali aku mencoba membunuh diriku sendiri, meski pada dasarnya aku memang sudah mati. Akhirnya aku ingat semua itu. Sebuah potongan beling kini berada di ingatanku. Tangan yang bersimbah darah itu seakan menjelma dan mengotori roh ini.

“ Dia datang Dir.” Kataku dengan mata yang sangat ketakutan. “ Dia siapa?!” “ Dia, dia yang datang dari kegelapan, dia sisi gelapku.” Aku masih mencoba meyakinkan Dirga, bahwa ada seseorang yang selalu mengejarku, yaitu diriku sendiri. “ Kamu kenapa sih akhir-akhir ini jadi sering berhalusinasi Gis? Nggak ada yang datang Gisaang. Di sini cuman kita berdua. Percaya sama suamimu ini.” “ Nggak Dirga, dia datang, dia mengejarku, AKU BISA GILA!!” aku mengacak-acak rambutku yang tergerai itu. Sesaat aku berteriak dan melempar semua benda yang ada di hadapanku.
Ada sesuatu yang mengejarku, ia adalah diriku sendiri. Ia datang lewat mimpi dan bayangan cermin, aku yakin dia akan menangkapku dengan tatapannya yang menyeringai itu. Dia memiliki kekuatan yang sangat jahat dan gelap. Aku tak berani untuk menatapnya, meski ia selalu datang tanpa diduga-duga.
Semua itu terjadi sejak aku menjadi seorang penulis fiksi profesional, setelah buku pertamaku berhasil di terbitkan oleh salah satu penerbit ternama. Aku memang sangat tertarik untuk menulis cerita-cerita thriller yang mengandung unsur darah dan pembunuhan, buku pertamaku yang berjudul “ The Confessions” itu memanglah ber-genre thriller. Aku seakan terjebak pada sebuah peran yang aku ciptakan entah ini sebagian dari naluri psikopatku atau memang bakatku yang lebih terasah saat menulis sesuatu yang penuh dengan kengerian dan kekejian.
Aku telah menerbitkan 10 buku dan semuanya ber-genre Thriller, kadang suamiku Dirga selalu mengingatkanku agar aku tidak terjebak dengan sebuah genre. Kini aku terkena dampaknya, tokoh yang aku ciptakan tiba-tiba menjelma yang semakin lama berubah menjadi diriku sendiri.
“ Dir, kamu ingatkan tokoh Kyrani yang aku ciptakan? Dia memanggilku, dia datang dengan satu matanya yang buta itu. Dia datang dan tiba-tiba berubah menjadi aku. Ingat kamu jangan sekali-kali mematikan laampu atau ia akan datang membunuhku, membunuh kita. Jangan tinggalkan aku sendirian Dirgaaa.. aku ketakutan sangat ketakutan.” Dipojok kamar aku duduk dengan lutut yang terlipat dan tangan yang tak terlepas memeluk lututku sendiri.
“ Nggak ada yang akan datang Gisang. Kamu cuman berhalusinasi. Kamu harus kembali ke psikiater. Kamu harus banyak istirahat.”
“ Kamu pikir aku gila?! Aku nggak GILA!! Mereka memang datang, semua tokoh yang aku ciptakan datang dari kegelapan. Lama kelamaan mereka menyatu dan berubah menjadi diriku sendiri. Kamu tahu kenapa dia datang? Apalagi kalau tidak untuk membunuhku.!!”
“ Kamu nggak gila sayang, tapi kamu harus berkonsultasi. Kamu sudah minum obat penenang hari ini?”
“ Berhenti menyuruhku memakan obat sialan itu. Kau tahu, dia membuatku tertidur. Mereka akan mendatangiku lewat mimpi. Aku tak mau tertidur atau aku akan kalah dari mereka.” Kataku dengan nada bersungguh-sungguh, sudah dua hari aku tak tidur. Aku sangat takut saat memejamkan mata, saat melihat cermin dan juga saat berada di kegelapan.
Dirga tiba-tiba kehilangan kendali dan berteriak “ Dasar wanita sialan!! Ya, kamu memang sudah gila. Aku sudah bilang padamu berkali-kali agar meninggalkan ceritamu yang penuh darah dan mengerikan itu!! Aku sendiri selalu ngeri saat membaca ceritamu itu, apa kau tak merasakannya sama sekali? Wajar saja bila mereka mendatangimu. Mungkin mereka ingin membalas dendam atas cerita yang telah kau buat. Aku lelah dengan semua perubahan sikapmu itu, kau menjadi aneh luar biasa aneh. Sudah hampir setahun kau selalu begini, kau tahu aku berusaha sabar, tapi kini aku sudah tak bisa menahannya lagi!” Dirga membanting lampu tidur itu ke lantai sesekali aku menjerit. Aku semakin ketakutan, Dirga berubah menjadi seseorang yang mengerikan.
“ BUNUH AKU SEKARANG WANITA JALANG!! Atau lama kelamaan aku yang jadi gila.” Ia mengambil serpihan beling lampu tidur itu dan menyodorkannya ke arahku.
“ Tolong Dirga, jangan seperti ini aku takut. kau lama-lama menjadi tokoh yang aku ciptakan 10 tahun yang lalu, jangan menjadi Jack sayang!!” aku mencoba memeluknya namun ia menolak.
“ Kalau aku memang Jack kenapa?!!! Bukankah seperti yang kau katakan, para tokoh itu datang menemuimu, tenang sayang aku tidak akan membunuhmu kau saja yang menancapkan beling ini ke jantungku maka hidupmu akan selamat.” Ia menarik tanganku dan memaksaku untuk menancapkan potongan beling itu ke arahnya, jelas aku menolak dan berusaha berdiri.
Aku berlari menghindarinya dan membanting pintu kamar ada kalimat yang aku dengar “ KAMU TERJEBAK OLEH PERAN YANG KAU CIPTAKAN SENDIRI. AKU SUDAH TIDAK MENGENALMU!!!” teriak lelaki itu. Aku hanya bisa merintih, dia lelaki itu, orang yang kucintai berubah menjadi sosok yang mengerikan bagiku. Langkahku begitu rapuh sambil menggigit jari, air mata tak bisa aku berhentikan, sesaat Dirga tiba-tiba menghampiri dan memelukku “ Maafkan aku sayang, tak seharusnya aku berperilaku seperti ini!” ia mencium rambut dan keningku berulang kali. Aku yakin ia menyesali atas apa yang telah ia katakan kepadaku.
“ Aku janji akan menolong dan selalu berada disisimu.” Ia tersenyum tulus, namun senyuman itu berganti menjadi sebuah seringaian yang sangat mengerikan. “ JACK?!!!” aku mendorongnya dan masih menggenggam potongan beling yang Dirga berikan padaku. “ Apa kabar Gisang? Sang Pencipta!! Kau tahu aku lahir dari tangan dan naluri pembunuhmu itu.”
“ Bukan, kamu bukan Jack kamu Dirga suamiku!!!” langkahku mundur perlahan.
“ Suamimu itu sudah mati, aku Jack!”
“ Jangan berani memajukan langkahmu itu.”
“ Atau?”
“ Aku akan membunuhmu.”
“ Bagaimana kalau seperti ini?” ia memajukan langkahnya dan berubah menjadi diriku sendiri. Aku kaget dengan spontan aku menancapkan beling itu tepat di perutnya. Aku berhasil menusuknya, sesaat aku merasa puas. Namun setelah aku membalikkan badannya ternyata itu adalah Dirga, suamiku.

Aku dikalahkan oleh mereka, aku mengambil potongan beling yang menancap di perut Dirga. Aku menyayat tanganku sendiri, dan memakan berbagai jenis obat penenang denga jumlah banyak. Semenjak hari itu, aku tak tahu lagi berada di mana.


Aku hanya bisa menangis saat mengingat apa yang telah kulakukan. Syukurlah suamiku masih hidup dan sudi menjenguk ragaku yang lemah itu. Ya, mereka berhasil menjebakku Kyrani, Jack, Delvan dan lainnya. Tapi aku belum sepenuhnya kalah, karena jantung itu masih tetap berdetak.

Advertisements

Post Navigation