Dianaira

Petrichor

Archive for the tag “Sherlock”

Hanyutlah ke dalam Kisah Sherlock Holmes Abad 21

Sherlock-BBC-poster-1    (sumber gambar: https://www.google.com.)

Bagi kamu penyuka cerita detektif/ misteri pasti sudah tidak asing lagi dengan kisah legendaris karya penulis asal United Kingdom sir Arthur Conan Doyle yang berjudul “Sherlock Holmes”.  Saking fenomenalnya, entah mengapa saya selalu merasa tokoh fiksi satu ini adalah figure nyata yang hidup  di tahun 1800-an dengan keahlian deduksinya yang sungguh di luar nalar.

Sejumlah karya pun banyak yang terinspirasi dari kisah Sherlock Holmes, film-film di buat semakin menambah tingkat popularitasnya. Sherlock Holmes yang diperankan oleh Robert Downey Jr pun begitu apik.  Namun, ada lagi Sherlock Holmes versi lain yang sangat sayang kalau dilewatkan.

Diperankan oleh Benedict Cumberbatch dengan setting abad 21, sosok Sherlock Holmes yang baru pun terlahir.  Drama serial “Sherlock”  yang dibuat oleh Steffen Moffat dan Mark Gatiss ini ditayangkan oleh BBC One dan BBC HD sejak tahun 2010 hingga sekarang (2017). Selain diperankan oleh Cumberbatch, dr. John Watson (partner dari Sherlock Holmes) pun diperankan oleh pemeran Bilbo dalam film trilogy The Hobbit, Martin Freeman. Menurut saya kedua aktor tersebut sudah cukup menjamin kalau serial tv asal Britania ini worth it untuk ditonton.

Tak tanggung-tanggung IMDB memberi rating 9.1 untuk ‘Sherlock’, sedangkan Rotten Tomatoes yang terkenal pelit pun berani menyematkan rating Sherlock sebesar 91%. Dibandingkan dengan versi lain, serial Sherlock berhasil ‘mengadaptasi’ mahakarya dari sir Arthur Conan Doyle dengan cara pandang dan setting yang lebih modern dan sama cerdasnya.

Serial televisi ini telah memproduksi 4 seri dengan 3 episode di setiap seasonnya. Seri 1 yang ditayangkan di tahun 2010 ini di mulai dengan judul “A Study of a Pink”, dengan mengadaptasi cerita awal mula perkenalan antara Holmes dan Watson dalam versi novel aslinya yang berjudul “ A Study in Scarlet”. Sedangkan di episode dua  berjudul The Blind Banker, pada episode ini petunjuk-petunjuk tentang musuh besar muncul kepermukaan. Di eposide 3  “The Great Game”, Moriarty (tokoh antagonis utama)  muncul untuk pertama kalinya dengan diperankan oleh aktor tampan Andrew Scott.

Di tahun 2012 seri ke 2 tayang dimulai dengan pertemuannya dengan seorang perempuan yang mampu menyaingi kecerdasan Sherlock yaitu Irene Adler, dengan judul A Scandal in Belgravia. Irene yang dikenal sebagai The woman adalah seseorang yang selalu ada dalam pikiran Sherlock karena cara pandangnya yang begitu mengagumkan.

Selanjutnya, pada episode 2 yang berjudul The Hounds in Baskerville, Sherlock mengusut kasut tentang anjing besar (seperti monster/ makhluk supranatural) yang memakan korban, karena kasus ini lah nama Sherlock Holmes semakin terkenal dan banyak dimintai untuk memecahkan kasus oleh para kliennya.

Sebagai penutup dari seri ke-dua,  The Reichenbach Fall  dibungkus dengan begitu apik membuat penonton penasaran untuk menonton seri selanjutnya. Pada episode 3 keadaan Sherlock yang begitu dipuja masyarakat diputar balikkan menjadi sosok yang begitu hina karena ulah musuh besarnya James Moriarty. Dengan ending yang menggantung dan menegangkan, para penonton akan dibuat terkejut oleh twisted yang terjadi di seri 3.

     The Empty Hearse yang tayang  di tahun 2014, sebagai pembuka seri 3 mampu menghadirkan twisted yang menjajikan sebagai lanjutan seri ke dua. Menurut saya twisted di episode ini begitu menakjubkan bahkan di luar ekspektasi yang saya bayangkan. Selain twisted yang muncul secara berentetan, pertemuan antara Sherlock dan Holmes setelah dua tahun tidak berjumpa mampu membuat saya terharu sekaligus tertawa. Mereka sangat mirip dengan sepasang kekasih yang saling merindukan namun ketika bertemu selalu saja cek-cok kemudian berdamai, kemudian cek-cok kembali.

Episode 2 dengan judul The Sign of Three adalah jenjang kehidupan baru bagi Watson yang akhirnya menikah dengan perempuan bernama Mary,  seorang perempuan misterius yang juga tak kalah cerdas.  Misteri Mary akhirnya terpecahkan  di episode penutup dengan judul  His Last Vow yang memiliki kejutan tak kalah keren dari  seri lainnya.

Selain berhasil membongkar siapa identitas dari istri Watson yang sebenarnya. His Last Vow  sekaligus berhasil membuat Sherlock terjerat masalah kriminal sehingga ia diharuskan untuk diasingkan ke luar negeri. Namun, pada saat itu pula-lah kekacauan kembali terjadi. Baru saja akan lepas landas, sebuah pesan berisi “Miss Me?” Beredar di se-antero negeri, tak lain dan tak bukan adalah ulah dari lawannya James Moriarty, yang diduga telah mati dan menghilang dalam episode menegangkan The Reichenbach Fall.

Sebagai pengobat rasa rindu untuk menunggu kedatangan seri ke-empat. Pada natal 2015, Sherlock menghadirkan sebuah episode spesial berjudul The Abominable Bride. Sedikit berbeda dengan seri-seri sebelumnya Holmes bermain dengan istana pikirannya untuk memecahkan sebuah kasus yang sudah sangat lama terjadi beratus tahun yang lalu.

Episode ini mengambil setting asli dari kisah Sherlock Holmes di tahun 1800-an . The Abominable Bride mengisahkan tentang seorang pengantin yang bunuh diri bernama Emelia Ricolleti kasusnya menarik perhatian karena setelah kematiannya, sang suami bernama Thomas Ricoletti pun mati tertembak dengan tersangka arwah dari Emelia. Karena sifatnya yang tidak biasa dan karakteristik supranatural jelas, kasus ini menjadi cerita hantu terkenal dan dikaitkan dengan sejumlah pembunuhan berikutnya. Cerita ini juga menyuguhkan tentang feminisme yang mana perempuan pada zaman dahulu tak diperbolehkan untuk memiliki profesi yang setara dengan pria. The Abominable Bride merupakan episode paling rumit dan sangat sulit untuk memahami setiap benang merahnya. Sehingga membuat penonton harus siap me- replay setiap dialog dan adegan  yang terjadi.

Penonton sepertinya memang harus bersabar, karena seri 4 yang baru saja syuting di awal tahun 2016 ini rencananya akan tayang pada awal tahun 2017 dengan kasus dan konflik yang lebih  menarik. Supaya tidak penasaran, trailer Sherlock sudah bisa dinikmati di channel youtube sejak pertengahan tahun 2016.

Saya rasa Sherlock berhasil memberikan twisted yang menakjubkan dalam setiap episode-nya. Serial ini memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar penonton bisa memahami alur cerita juga twisted yang telah disuguhkan. Tak ayal, kadang untuk sekadar  melewatinya sepersekian menit saja penonton akan merasa keteteran. Saya pun merekomendasikan film ini lebih baik ditonton secara sendirian agar konsentrasi tidak terpecah belah

Meskipun begitu, Sherlock menyuguhkan chemistery yang apik antara Holmes – Watson ala Cumberbatch – Freeman. Lucunya, mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih yang sebentar-bentar berdebat kemudian akur lagi.

Dari segi bahasa , beruntunglah bagi yang menyukai  segala hal yang berbau Inggris dan pasti akan sangat berbahagia karena aksen British akan terasa sangat kental terdengar di telinga penonton (ya, karena pemerannya rata-rata juga orang British sih) yang mungkin tak akan dijumpai di versi yang diperankan oleh Robert Downey Jr.

Yang pasti Sherlock pantas dijadikan rekomendasi dalam deretan drama seri detektif yang wajib untuk ditonton bagi kamu pecinta cerita detektif dan misteri.

Selamat hanyut kedalam kisah Sherlock Holmes abad 21!!!!

 

Advertisements

Post Navigation